ABS dan Mesin Modern Bikin Honda X-Tracker 150 Mengusik D-Tracker di Kelas Trail

Author: Redaksi Android62

Honda X-Tracker 150 langsung menarik perhatian karena membawa ABS roda depan pada motor dengan banderol mulai Rp16 juta hingga Rp18 jutaan. Di kelas motor trail 150 cc, kombinasi harga dan fitur seperti ini terasa sulit diabaikan.

Paket tersebut membuat model bergaya dual purpose ini cepat dibandingkan dengan Kawasaki D-Tracker 150 SE. Selisih harganya disebut hampir dua kali lipat, sehingga banyak calon pembeli mulai menimbang ulang pilihan mereka.

Fitur keselamatan yang jarang muncul di kelasnya

ABS satu kanal pada roda depan menjadi nilai tambah paling menonjol dari X-Tracker 150. Fitur ini membantu pengereman mendadak dan memberi dukungan saat motor dipakai di jalan licin atau berbatu.

Bagi motor yang dirancang untuk penggunaan harian sekaligus medan semi-off-road, kehadiran ABS terasa relevan. Nilai praktisnya semakin besar karena fitur tersebut hadir di motor yang justru dipasarkan dengan harga agresif.

Mesin 150 cc yang dibuat lebih modern

Di sektor dapur pacu, Honda X-Tracker 150 memakai mesin 150 cc dengan pendingin cairan atau liquid cooled. Sistem ini membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat dipakai dalam perjalanan jauh atau kondisi berat.

Mesin itu juga mengusung karakter overstroke. Konfigurasinya diklaim memberi torsi besar sejak putaran rendah, sehingga respons tenaga terasa lebih spontan saat melewati tanjakan atau jalur tanah.

Kombinasi tersebut membuat X-Tracker 150 terlihat modern di atas kertas. Untuk segmen trail menengah, paket mesin seperti ini menjadi salah satu alasan motor itu dianggap sangat kompetitif.

Posisi yang menantang pemain lama

Di sisi lain, Kawasaki D-Tracker 150 SE masih hadir sebagai nama kuat di segmennya. Motor ini memakai mesin 144 cc SOHC dua katup dengan pendingin udara, konfigurasi yang dikenal tangguh dan awet.

Mesin itu menghasilkan tenaga 12 PS dengan torsi maksimum 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Karakternya lebih nyaman dipakai pada putaran menengah hingga tinggi, sehingga memberi rasa berkendara yang berbeda dibanding pendekatan X-Tracker 150.

Perbedaan teknologi mesin di antara keduanya ikut menegaskan perubahan selera pasar. Konsumen kini tidak hanya melihat nama besar, tetapi juga menilai seberapa jauh fitur dan teknologi yang dibawa motor sesuai dengan uang yang dikeluarkan.

Daya tarik harga yang sulit ditandingi

Angka Rp16 juta hingga Rp18 jutaan menjadi pintu masuk utama yang membuat X-Tracker 150 ramai dibicarakan. Di segmen motor trail 150 cc, harga itu memberi kejutan karena berada jauh di bawah beberapa rival.

Untuk pembeli yang membutuhkan motor harian sekaligus siap dipakai ke jalur ringan, banderol tersebut terasa menggoda. Apalagi motor ini tidak sekadar murah, tetapi juga membawa mesin pendingin cairan dan ABS depan sebagai pembeda utama.

Di tengah persaingan yang makin ketat, Honda X-Tracker 150 muncul sebagai penantang serius. Harga kompetitif, karakter torsi bawah yang responsif, serta fitur keselamatan modern membuat motor ini layak dipantau di pasar motor trail 150 cc.

Berita Terbaru