Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung kini bergerak bersama untuk menata ulang berbagai persoalan kota yang masih terlihat di ibu kota provinsi. Dedi Mulyadi menilai langkah itu penting agar Bandung kembali tampil tertib, bersih, dan punya wibawa sebagai wajah utama Jawa Barat.
Sinergi ini tidak hanya menyentuh satu bidang, melainkan merangkul kebersihan, infrastruktur dasar, hingga transportasi. Penataan itu diarahkan agar perbaikan di lapangan tidak berjalan parsial, tetapi saling menguatkan antara provinsi, kota, dan masyarakat.
Fokus awal diarahkan ke kebersihan kawasan pemerintahan
Salah satu titik awal yang paling disorot adalah kebersihan di area sekitar kantor pemerintahan. Dedi mengapresiasi aparatur sipil negara dari Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung yang ikut turun membersihkan lingkungan kerja masing-masing.
Ia meminta agar setidaknya satu kilometer menuju kantor pemerintahan berada dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan memiliki nilai estetika. Menurut dia, kesan pertama sebuah kota juga dibentuk oleh koridor yang dilewati warga dan tamu, bukan hanya oleh pusat keramaian.
Bagi Dedi, pembenahan kebersihan ikut berkaitan dengan upaya mengembalikan karakter Bandung sebagai kota modern yang punya identitas kuat. Jika lingkungan terlihat rapi, maka wajah kota akan lebih merefleksikan ketertiban dan kesiapan menghadapi persoalan perkotaan.
Sampah masih jadi pekerjaan rumah paling mendesak
Di antara sejumlah persoalan, pengelolaan sampah disebut sebagai hal yang paling mendesak untuk ditangani. Dedi mengakui masih ada tumpukan sampah di beberapa titik yang perlu segera diatasi bersama agar tidak terus mengganggu kenyamanan kota.
Ia menegaskan bahwa masalah tersebut tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Pemerintah dan masyarakat, menurut dia, harus bergerak ke arah yang sama supaya perubahan benar-benar terasa di lapangan.
Untuk mendukung langkah itu, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung akan mengoptimalkan peran Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sarimukti. Keduanya juga mendorong pengembangan fasilitas tersebut agar dapat berfungsi sebagai pengolahan sampah berbasis energi.
Penerangan, CCTV, dan drainase ikut masuk daftar pembenahan
Selain urusan sampah, pembenahan kota juga menyentuh infrastruktur dasar yang langsung dirasakan warga. Dedi menyoroti pentingnya penerangan jalan umum atau PJU agar seluruh titik berfungsi dengan baik.
Ia menegaskan tidak boleh ada PJU yang mati karena kondisi terang berkaitan langsung dengan rasa aman dan ketertiban kota. Pada saat yang sama, sistem CCTV akan diintegrasikan antara provinsi dan kota supaya pemantauan wilayah berjalan lebih efektif.
Perbaikan drainase juga disiapkan sebagai bagian dari agenda bersama. Langkah ini diarahkan untuk mencegah banjir dan membuat Bandung lebih rapi dalam menghadapi persoalan yang kerap berulang di kawasan perkotaan.
Kemacetan dan transportasi publik juga menjadi perhatian
Kemacetan masuk dalam daftar prioritas kerja sama Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung. Pemerintah provinsi mendorong pengembangan transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Dukungan infrastruktur seperti underpass dan flyover juga disiapkan untuk membantu kelancaran arus kendaraan. Di sisi lain, sistem lampu lalu lintas akan diarahkan memakai teknologi digital agar bisa menyesuaikan volume kendaraan di lapangan.
Dedi menilai lampu lalu lintas harus mampu merespons kondisi jalan secara langsung supaya penguraian kemacetan bisa lebih efektif. Dengan begitu, penataan Bandung tidak berhenti pada urusan tampilan kota, tetapi juga menyentuh mobilitas warga sehari-hari.
Wibawa Bandung dipasang pada kerapian dan fungsi kota
Dedi menekankan bahwa pembenahan Bandung tidak cukup hanya mengejar penyelesaian masalah teknis. Estetika kota juga harus dijaga supaya Bandung tetap menarik, tertib, dan layak disebut sebagai destinasi unggulan.
Ia memandang identitas Bandung harus tampak dari kebersihan, kerapian, dan estetika ruang kota. Jika semua unsur itu berjalan serempak, Bandung bukan hanya lebih fungsional, tetapi juga memancarkan kembali kesan berwibawa sebagai ibu kota provinsi.
Dedi juga menyampaikan penghargaan kepada Wali Kota Bandung yang disebut terus bersinergi dengan Pemprov Jabar dalam proses pembenahan tersebut. Sinergi itu kini diarahkan untuk menjaga konsistensi perbaikan di lapangan agar Bandung bergerak ke arah yang lebih tertata dan membanggakan bagi warganya.
