Dedi Mulyadi Hentikan Sementara Pejabat Tikomdik, PCMB 2026 Dipindah ke Diskominfo

Author: Redaksi Android62

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala UPTD Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat setelah kisruh Pemetaan Calon Murid Baru 2026 memicu keluhan dari banyak orangtua siswa. Urusan teknis penerimaan itu untuk sementara dialihkan ke Diskominfo Jabar.

Keputusan tersebut diambil setelah Dedi datang langsung ke Kantor Disdik Jabar di Jalan Radjiman, Kota Bandung, dan menerima keluhan warga yang terdampak gangguan sistem pendaftaran. Ia melihat sendiri dampak saat sebagian orangtua kesulitan mengurus pendaftaran karena layanan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Gangguan sistem picu verifikasi akun tersendat

Masalah utama muncul ketika sistem pendaftaran sulit diakses dan sejumlah akun calon murid belum dapat diverifikasi. Kondisi itu membuat data tidak terbaca dan menghambat proses yang seharusnya berjalan lebih awal dalam pemetaan calon siswa.

Dedi juga menyoroti bahwa sebagian peserta program Sekolah Maung harus mendaftar ulang melalui jalur biasa. Situasi ini memperkuat keluhan publik karena tahapan yang semestinya membantu pendataan justru menimbulkan pekerjaan tambahan bagi calon murid dan keluarga mereka.

Instruksi langsung ke BKD Jabar

Dalam sidak tersebut, Dedi meminta Kepala BKD Jabar menonaktifkan sementara Kepala UPTD Tikomdik, Suhendar. Ia menegaskan bahwa penonaktifan itu bersifat sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Dedi menilai persoalan ini tidak lepas dari sistem yang tidak tersambung dengan sistem yang sudah disiapkan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat. Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu penyebab PCMB 2026 terganggu.

Diskominfo kembali pegang urusan teknis

Untuk sementara, penanganan teknis SPMB 2026 dikembalikan ke Diskominfo Jabar. Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Kepala UPTD Tikomdik sampai ada pejabat definitif yang baru.

Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar sejak awal sudah menetapkan semua aplikasi pemerintah harus dibuat dan dikelola Diskominfo. Karena itu, dinas atau unit lain tidak boleh membuat sistem sendiri agar tidak menimbulkan masalah serupa di kemudian hari.

PCMB diposisikan sebagai tahap awal pendataan

Menurut Dedi, PCMB merupakan tahap awal untuk mendata seluruh calon siswa di sekolah negeri di Jawa Barat sebelum pendaftaran resmi SPMB dibuka. Data tersebut dipakai pemerintah untuk mengetahui sebaran calon siswa di setiap daerah.

Ia menjelaskan bahwa pemetaan itu penting agar pemerintah dapat membaca kebutuhan dan distribusi calon murid di seluruh sekolah negeri di Jawa Barat. Karena itu, PCMB tidak semestinya berhenti pada proses administrasi, tetapi harus benar-benar berfungsi sebagai dasar pendataan yang akurat.

Dedi juga mengingatkan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 yang dibuka 15 Juni mendatang harus ditangani oleh orang yang paham teknologi. Langkah itu dianggap penting agar gangguan yang sama tidak terulang pada tahap penerimaan murid baru berikutnya.

Source: bandung.kompas.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru