Derek Flatbed Jadi Pilihan Paling Aman untuk Mobil Listrik Mogok, Roda Jangan Sampai Dipaksa

Author: Redaksi Android62

Mobil listrik yang mogok tidak bisa dipindahkan dengan cara yang sama seperti mobil bensin atau diesel. Jika penanganannya salah, risiko kerusakan bisa merembet ke motor penggerak dan sistem lain yang terhubung dengan kendaraan.

Karena itu, evakuasi harus dilakukan dengan metode yang sesuai. Pilihan yang paling aman adalah derek flatbed atau truk gendong, sebab seluruh mobil diangkat sehingga roda tidak terus bergesekan dengan aspal.

Mengapa cara derek biasa berisiko

Pada mobil listrik, motor penggerak bertugas memutar roda. Saat kendaraan mati lalu roda tetap dipaksa bergerak dengan metode yang keliru, komponen penggerak dapat menerima beban yang tidak semestinya.

Medcom menuliskan bahwa derek yang tidak tepat bisa memicu kerusakan berat pada sistem penggerak. Risiko itu muncul ketika mobil diderek dengan roda tetap menempel di jalan atau didorong terlalu jauh.

Langkah awal sebelum mobil dinaikkan

Sebelum mobil listrik diangkat ke atas truk gendong, posisi transmisi perlu diperiksa lebih dulu. Pada Seres E1 yang memakai Permanent Magnet Synchronous Motor di roda belakang dan transmisi otomatis, langkah awalnya adalah memindahkan transmisi ke Netral.

Setelah itu, mobil boleh dinaikkan ke atas truk gendong. Meski begitu, dorongan manual harus sangat dibatasi agar sistem penggerak tetap terlindungi selama proses evakuasi.

Batas dorongan yang aman

Mobil hanya boleh didorong sekitar 10 meter saat proses menaikkan kendaraan ke atas flatbed. Batas ini penting karena dorongan yang terlalu jauh dapat menambah beban pada komponen penggerak.

Begitu mobil sudah berada di atas truk derek, transmisi wajib dikembalikan ke posisi parking. Seluruh roda juga harus dikunci selama pengiriman ke bengkel agar kendaraan tetap aman di perjalanan.

Pentingnya langsung ke bengkel resmi

PT Sokonindo Automobile melalui Deputy Head of Customer Service Division, Herry Bertus Windyarto, menekankan penggunaan derek flatbed untuk mobil listrik. Ia juga menyebut kendaraan sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi agar ditangani mekanik terlatih dengan suku cadang original.

Arahan ini penting karena penanganan mobil listrik tidak bisa dilakukan secara serampangan. Kesalahan kecil saat evakuasi dapat memperburuk kondisi kendaraan yang sebenarnya masih bisa diselamatkan.

Hindari langkah darurat yang keliru

Saat panik, sebagian orang mungkin tergoda mendorong mobil lebih jauh atau memakai derek biasa yang membuat roda tetap menggelinding di jalan. Cara seperti ini tidak disarankan karena karakter teknis mobil listrik berbeda dari kendaraan konvensional.

Penanganan yang salah bukan hanya berisiko merusak motor penggerak, tetapi juga dapat mengganggu keselamatan proses evakuasi. Karena itu, flatbed tetap menjadi pilihan paling aman sampai mobil tiba di bengkel resmi.

Akses bantuan derek darurat

Layanan derek darurat kini tersedia melalui sejumlah penyedia jasa, termasuk Garasi.id lewat Towing Express. Layanan ini disebut bisa diakses 24 jam secara realtime melalui WhatsApp maupun situs resmi.

Dengan prosedur yang benar, mobil listrik mogok dapat dievakuasi tanpa menambah kerusakan. Kuncinya adalah tidak memaksa roda bekerja di jalan, memindahkan transmisi ke posisi yang tepat, lalu menyerahkan proses pengangkutan kepada derek flatbed.

Berita Terbaru