Posisi desil kini menjadi salah satu informasi yang paling menentukan saat warga mengecek bansos Kemensos secara online. Dari angka itu, masyarakat dapat mengetahui apakah namanya masih masuk kelompok yang diprioritaskan sebagai penerima manfaat atau justru sudah berada di luar sasaran utama.
Desil sendiri memetakan tingkat kesejahteraan penduduk ke dalam 10 kategori. Semakin kecil angkanya, semakin besar peluang seseorang masuk prioritas bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.
Kelompok desil 1 menggambarkan kondisi ekonomi terendah dan masuk kategori sangat miskin. Setelah itu ada desil 2 dan desil 3 yang mencakup warga miskin serta hampir miskin, lalu desil 4 yang berada pada kelompok rentan miskin.
Pemerintah umumnya memfokuskan bantuan pada desil 1 hingga desil 4. Artinya, warga yang berada di rentang itu masih punya peluang besar untuk tercatat sebagai penerima, selama data dan kriteria lain tetap sesuai.
Sebaliknya, desil 5 hingga desil 10 biasanya tidak menjadi sasaran utama bantuan sosial. Kelompok ini dinilai memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas sehingga peluang masuk daftar penerima menjadi jauh lebih kecil.
Cek lewat aplikasi di ponsel
Masyarakat bisa memeriksa status bantuan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di platform aplikasi pada ponsel pintar. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna perlu mendaftar memakai nomor ponsel yang aktif.
Sesudah verifikasi kode OTP berhasil, pengguna dapat masuk ke menu Cek Bansos. Data yang diminta adalah NIK atau nama lengkap sesuai KTP agar hasil pencarian lebih tepat.
Aplikasi juga meminta pemilihan wilayah domisili secara bertahap. Isian dimulai dari provinsi, lalu kabupaten atau kota, hingga kelurahan, sehingga sistem bisa menyesuaikan pencarian data dengan lokasi yang benar.
Selain mengecek status, aplikasi ini juga memungkinkan warga mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan. Fitur tersebut berguna bagi masyarakat yang merasa sudah memenuhi kriteria dan ingin datanya diperiksa lebih lanjut.
Cek juga tersedia lewat laman resmi
Bagi yang tidak memakai aplikasi, pengecekan tetap bisa dilakukan melalui laman cekbansos.kemensos.go.id di peramban. Cara ini memberi akses yang lebih langsung tanpa harus memasang aplikasi di ponsel.
Pengguna cukup memasukkan nomor induk kependudukan pada kolom yang tersedia. Setelah itu, sistem akan meminta kode captcha sebagai verifikasi keamanan sebelum data diproses.
Hasil pencarian dapat menampilkan nama penerima, posisi desil, dan status bantuan yang sedang berjalan. Informasi ini membuat warga bisa memantau data secara mandiri tanpa harus bergantung pada pengecekan manual di kantor layanan.
Kemudahan akses tersebut membantu masyarakat memastikan apakah hak bantuannya masih tercatat dengan benar. Pada 2026, pengecekan online menjadi cara cepat untuk mengetahui apakah posisi desil masih mendukung kelayakan menerima bansos Kemensos atau tidak.







