Di Balik Sikap Kuat Yoo Se Ah, Rasa Bersalahnya Terus Menumpuk dan Mengubah Segalanya

Author: Redaksi Android62

Rasa bersalah menjadi lapisan paling menonjol dari perjalanan Yoo Se Ah di If Wishes Could Kill. Sosok yang semula terlihat tangguh sebagai siswi SMA dan atlet yang nyaris menembus tim nasional itu ternyata menyimpan luka batin yang terus memengaruhi sikapnya terhadap orang lain.

Serial orisinal Netflix tersebut tidak hanya menempatkan Yoo Se Ah dalam ancaman aplikasi terkutuk Girigo, tetapi juga menunjukkan bagaimana tekanan masa lalu membentuk caranya bertahan. Dari luar, ia tampak tegas, tetapi di dalam dirinya ada beban emosional yang membuat setiap keputusan terasa lebih berat.

Tragedi yang membuatnya tak pernah benar-benar lepas

Salah satu momen paling menghantui Yoo Se Ah terjadi ketika ia menyaksikan Choi Hyeong Wook mengakhiri hidup karena ulah hantu di dalam aplikasi Girigo. Sebelum tragedi itu terjadi, Choi Hyeong Wook menangis dan sempat meminta pertolongan kepadanya.

Di titik itu, Yoo Se Ah tidak bisa melakukan banyak hal untuk menghentikan kejadian tersebut. Ketidakmampuan untuk mencegah akhir tragis itu meninggalkan luka yang terus menempel, terlebih karena semuanya terjadi tepat di hadapannya.

Ingatan yang menghubungkan semuanya ke Girigo

Setelah kematian Choi Hyeong Wook, Yoo Se Ah mulai menyadari bahwa peristiwa yang dialaminya tidak berdiri sendiri. Ingatannya kemudian kembali pada malam sebelumnya, saat Kim Geon Woo mengirim video permintaan yang justru berujung pada situasi berbahaya bagi kekasihnya.

Dari sana, hubungan antara permintaan itu dan jadwal latihan akhir pekan membuat rasa bersalahnya semakin besar. Yoo Se Ah mulai memahami bahwa rangkaian kejadian di sekelilingnya saling berkaitan, sehingga sulit dianggap sebagai kebetulan semata.

Luka keluarga yang sudah lama tersimpan

Beban Yoo Se Ah ternyata tidak muncul dari satu kejadian saja. Saat masih duduk di bangku SMP, ia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan mobil ketika mereka pulang setelah dirinya menang dalam pertandingan.

Kecelakaan itu disebut sangat parah sampai wajah kedua orangtuanya tak dapat dikenali lagi. Tragedi tersebut juga dikaitkan dengan momen ketika Yoo Se Ah tanpa sengaja memecah konsentrasi ayahnya yang sedang mengemudi, sehingga rasa bersalahnya bertumpuk sejak lama.

Persahabatan yang ikut terdampak oleh hubungan rahasia

Sebelum menjadi pasangan, Yoo Se Ah dan Kim Geon Woo adalah bagian dari kelompok lima sahabat. Tiga orang lain di dalam lingkaran itu adalah Choi Heong Wook, Lim Na Ri, dan Kang Ha Joon.

Karena tidak ingin hubungan asmara mereka merusak kebersamaan, Yoo Se Ah memilih menyimpannya rapat-rapat. Namun keputusan itu justru membuatnya merasa seolah mengkhianati teman-temannya sendiri, meski di saat yang sama ia berusaha mempertahankan hubungan agar tetap utuh.

Penyesalan yang masih terbawa sampai alam roh

Rasa bersalah Yoo Se Ah juga muncul lagi ketika ia bertarung dengan Lim Na Ri di alam roh yang dibuat arwah Kwon Si Won. Dalam kondisi itu, ia berusaha menghancurkan benda kutukan yang menjadi sumber dari Girigo.

Lim Na Ri justru menghalangi langkahnya dan berusaha membunuh Yoo Se Ah. Setelah Yoo Se Ah membuat Lim Na Ri tak sadarkan diri dan kembali ke alam manusia, muncul dugaan bahwa Lim Na Ri masih terjebak di alam roh, dan situasi itu menambah penyesalan baru dalam diri Yoo Se Ah karena meninggalkan sahabatnya.

If Wishes Could Kill akhirnya memperlihatkan bahwa teror supranatural di dalam serial ini berjalan beriringan dengan tekanan batin para tokohnya. Pada diri Yoo Se Ah, rasa bersalah bukan sekadar emosi sesaat, melainkan beban yang membentuk kepribadiannya dan membuat karakternya terasa lebih manusiawi.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru