Tim produksi OVERDO mengganti opening berbasis AI dengan adegan live-action setelah mendapat kritik dari penonton. Langkah tersebut diumumkan pada 21 Juli 2026 malam, hanya beberapa hari setelah drama itu mulai tayang.
Penggantian dilakukan karena montage pembuka dinilai tidak memenuhi ekspektasi visual drama berskala besar. Penonton menyoroti hasil gambar yang dianggap kaku, kurang alami, dan tidak menyatu dengan atmosfer cerita.
Respons Cepat atas Keluhan Penonton
Tim produksi menyatakan telah bekerja semalaman setelah gelombang kritik muncul pada penayangan awal. Koordinasi serta proses produksi ulang berlangsung selama beberapa hari hingga opening AI akhirnya diganti sepenuhnya.
Versi terbaru memakai rekaman live-action untuk bagian pembuka. Keputusan itu ditujukan untuk menghadirkan visual yang lebih natural dan dinilai lebih sesuai dengan nuansa romansa serta balas dendam dalam cerita.
| Peristiwa | Waktu | Rincian |
|---|---|---|
| Penayangan perdana | 19 Juli 2026 | OVERDO ditayangkan dengan opening berbasis AI. |
| Pengumuman penggantian | 21 Juli 2026 malam | Opening diganti menjadi adegan live-action. |
Konsep Awal Tidak Sesuai Harapan
Melalui pernyataan resmi di Sina Weibo, tim produksi menjelaskan montage AI semula dibuat untuk memperkenalkan masa lalu dan relasi dua tokoh utama secara ringkas. Visual tersebut juga dirancang untuk menyisipkan petunjuk bagi perkembangan cerita berikutnya.
Pihak produksi mengakui hasil akhirnya justru memicu kekecewaan luas. “Kami memiliki niat baik dalam konsep tersebut, tetapi hasil akhirnya memicu diskusi luas dan mengecewakan banyak penonton. Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,” tulis mereka.
Menurut Liputan6, sejumlah penonton menilai detail karakter dalam montage terlihat tidak alami. Pencahayaan juga dipandang terpisah dari unsur gambar lain, sehingga keseluruhan visual tampak kurang meyakinkan.
Latar belakang yang datar menjadi keluhan lain yang banyak disampaikan. Perpaduan sejumlah elemen itu membuat opening tersebut disebut memberi kesan seperti plastik oleh sebagian penonton.
Ekspektasi Tinggi pada Drama Besar
Kritik di media sosial berkembang menjadi perbandingan tajam dengan animasi PowerPoint dan visual gim daring berbiaya rendah. Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap hasil akhir, bukan hanya penolakan terhadap penggunaan AI.
Ekspektasi penonton telah terbentuk dari foto-foto lokasi syuting yang beredar sebelum penayangan. Karena itu, pembuka drama dianggap seharusnya memiliki standar visual yang sejalan dengan gambaran produksi yang telah dibangun.
OVERDO dibintangi Zhang Linghe dan Wang Churan dalam kisah yang memadukan romansa dengan balas dendam. Bagian opening memiliki peran penting karena digunakan untuk membantu penonton memahami dasar hubungan kedua karakter utama.
Perdebatan Penggunaan AI
Kasus ini kembali memunculkan diskusi mengenai pemakaian AI di industri drama China. Teknologi tersebut belakangan semakin digunakan dalam produksi drama pendek untuk platform video.
Namun, penerapannya pada drama televisi beranggaran besar menghadirkan standar penilaian yang berbeda. Penonton tampak menempatkan kualitas artistik hasil akhir sebagai ukuran utama, terlepas dari teknologi yang digunakan dalam proses produksi.
Penggantian opening OVERDO menunjukkan bahwa masukan mengenai kualitas visual mendapat perhatian serius dari pihak produksi. AI dapat dipakai sebagai alat pendukung kreatif, tetapi penerimaannya tetap bergantung pada apakah hasilnya selaras dengan harapan penonton.
