Dianggap Ponsel Amerika, T1 Trump Mobile Justru Punya Jejak China yang Kuat

Sorotan terbesar pada Trump Mobile T1 bukan lagi soal promosi patriotik, melainkan kemiripannya yang sangat dekat dengan ponsel lain dari luar negeri. Klaim “Made in America” yang sejak awal dipasang pada perangkat ini ikut terlihat goyah karena desain dan spesifikasinya justru mengarah pada jejak produksi yang belum jelas.

Perangkat itu sudah diperlihatkan ke sejumlah figur media dengan logo “Trump Mobile” berukuran besar dan balutan warna kuning-keemasan yang identik dengan citra Trump. Di dalamnya juga langsung terpasang aplikasi Truth Social, sehingga identitas politik tampak mendapat porsi besar sejak awal peluncuran.

Kemiripan yang memunculkan pertanyaan

Saat Trump Mobile T1 diumumkan pada Juni 2025, banyak perhatian langsung tertuju pada kemiripannya dengan Revvl 7 Pro 5G. Ponsel itu dibuat oleh Wingtech, perusahaan asal China yang sebagian sahamnya dimiliki negara.

Todd Weaver, CEO pabrikan ponsel Amerika Purism, kala itu mengatakan kepada CNN bahwa klaim semacam itu sulit masuk akal kecuali keluarga Trump diam-diam membangun fasilitas produksi aman di darat atau dekat darat selama bertahun-tahun tanpa diketahui publik. Pernyataan itu ikut memperkuat keraguan terhadap narasi manufaktur domestik yang dilekatkan pada T1.

Model berubah, tanda tanya belum hilang

Seiring waktu, materi pemasaran Trump Mobile menampilkan ponsel yang berbeda dari model awal. Pergantian itu sempat mengalihkan perhatian dari unit pertama, tetapi The Verge kemudian menemukan bahwa perangkat baru tersebut justru sangat mirip dengan HTC U24 Pro.

Kemiripan itu tidak berhenti pada tampilan luar. T1 dan HTC U24 Pro sama-sama disebut memiliki layar OLED 6,8 inci, tiga kamera 50 megapiksel, dan RAM 12GB.

Karena HTC berbasis di Taiwan, kemungkinan besar T1 dirakit di pabrik Taiwan yang sama dengan U24 Pro. Meski begitu, asal komponen internalnya tetap belum jelas, dan rantai pasoknya masih sangat mungkin bergantung pada produksi dari China.

Detail kecil yang ikut menarik perhatian

Di bagian belakang perangkat, terlihat bendera Amerika Serikat dengan 11 garis, bukan 13 seperti bendera resmi. Detail kecil ini menambah kesan bahwa identitas politik lebih ditonjolkan daripada ketepatan simbol dan penjelasan teknis tentang ponsel itu sendiri.

Di sisi lain, peluncuran T1 terjadi pada 16 Juni 2025, bertepatan dengan hari jadi ke-10 kampanye presiden pertama Donald Trump. Saat pengumuman dilakukan, keluarga Trump sempat menyebut perangkat ini akan dikirim pada Agustus atau September 2025, tetapi kemunculannya tetap tertinggal dari jadwal awal.

Asal komponen masih belum terbuka

Masalah utama pada T1 tetap berada di pertanyaan yang sama: seberapa besar unsur “Amerika” di dalamnya. China masih mendominasi produksi panel OLED dan sel baterai, sehingga perakitan akhir di Taiwan tidak otomatis membuat isi perangkat lepas dari komponen yang diproduksi di China.

Selama belum ada pembongkaran unit secara independen, asal-usul nyata T1 tetap sulit dipastikan. Kondisi ini membuat klaim kebanggaan manufaktur domestik terus berada di wilayah spekulasi yang kuat.

Minat pasar terhadap perangkat ini juga tidak kecil, karena hampir 600.000 pelanggan sudah melakukan preorder. Namun selama salah satu unit belum dibuka dan seluruh bagian dalamnya didokumentasikan, pertanyaan tentang seberapa “Amerika” atau seberapa “China” T1 akan tetap menggantung.

Berita Terkait