Potensi hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta masih perlu diwaspadai hingga 20 Mei 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memetakan peluang hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama bagian utara DIY, dalam tiga hari berturut-turut.
Pada 18 Mei 2026, hujan ringan berpotensi turun di Sleman Utara dan Kulon Progo Utara. Sehari setelahnya, peluang hujan ringan meluas ke Sleman Utara, Bantul Utara, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo Utara.
BMKG juga memperkirakan pada 20 Mei 2026, hujan sedang berpotensi terjadi di Sleman Utara, Kulon Progo Utara, dan Gunungkidul Utara. Meski begitu, hujan lokal yang muncul disebut bisa berlangsung singkat dan tidak merata di seluruh wilayah.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan bahwa peluang hujan itu berkaitan dengan aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation atau MJO fase 3. Analisis dinamika atmosfer menunjukkan MJO fase 3 aktif secara spasial di sebagian Jawa, termasuk wilayah yang memengaruhi DIY.
Uap air bertambah, tetapi udara mulai mengering
Dorongan hujan juga diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa. Suhu di dua perairan itu berada pada kisaran 28 hingga 29 derajat Celcius dan ikut memasok lebih banyak uap air ke atmosfer.
Namun, kondisi atmosfer tidak sepenuhnya basah. BMKG mencatat pola angin timuran mulai mendominasi dan kelembapan udara pada ketinggian 1-3 km berada di kisaran 40-90 persen, sehingga ada tanda-tanda kering di beberapa lapisan udara.
Menurut Feriomex, situasi tersebut membuat pertumbuhan awan hujan tidak merata. Karena itu, peluang hujan tetap ada, tetapi sebarannya bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain di DIY.
Pemantauan BMKG dan kondisi terkini
Berdasarkan data BMKG per 17 Mei 2026 pukul 19.20 WIB, Kota Yogyakarta wilayah Suryatmajan saat ini terpantau mengalami hujan ringan. Suhu udara di lokasi itu tercatat 25 derajat Celcius.
Pemetaan risiko cuaca dari BMKG menunjukkan fokus hujan masih berada di kawasan utara beberapa kabupaten dan kota di DIY. Situasi ini menjadi perhatian karena perubahan kondisi cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.
Gelombang laut juga menjadi perhatian
Selain hujan, BMKG menyoroti kondisi gelombang di perairan selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter dan masuk kategori sedang.
Kondisi tersebut penting bagi nelayan, pelaku wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir. Saat hujan turun bersamaan dengan angin dan gelombang yang meningkat, risiko keselamatan dapat ikut bertambah.
BMKG mengimbau masyarakat DIY tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa muncul tiba-tiba dalam waktu singkat. Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui laman resmi BMKG dan kanal media sosial resminya agar pembaruan per wilayah tetap mudah diikuti.
Source: mediaindonesia.com






