Dorong BUMD Jakarta Tembus Luar Negeri, Pramono Minta Bisnis Daerah Tak Lagi Aman Di Zona Nyaman

Author: Redaksi Android62

Dorongan agar Badan Usaha Milik Daerah Jakarta berani bergerak lebih jauh datang bersamaan dengan target besar menjadikan Jakarta sebagai kota global. Pramono Anung meminta seluruh BUMD di ibu kota tidak berhenti pada pasar domestik, melainkan mulai menyiapkan diri untuk bersaing di luar negeri dengan langkah yang lebih terukur dan profesional.

Pesan itu disampaikan dalam BUMD Leaders Forum 26 di Candi Bentar Hall, Jakarta Utara. Dalam forum tersebut, Pramono menilai perusahaan daerah tidak seharusnya merasa cukup hanya karena sudah kuat di dalam negeri, sebab tantangan Jakarta ke depan menuntut kapasitas yang lebih luas.

Dorongan keluar dari pola aman

Pramono menegaskan bahwa BUMD perlu meninggalkan kebiasaan bekerja dalam zona yang terlalu nyaman. Ia meminta perusahaan daerah membangun kemampuan agar tidak sekadar unggul di pasar lokal, tetapi juga siap tampil dalam kompetisi yang lebih besar.

Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya disebut sebagai contoh perusahaan daerah yang diharapkan mulai menyiapkan pijakan ekspansi. Arah yang diinginkan bukan sekadar memperbesar usaha, tetapi memastikan setiap langkah dibuat secara profesional dan tetap berada dalam tata kelola yang transparan.

Bagi Pramono, upaya menuju pasar internasional memiliki kaitan langsung dengan ambisi Jakarta menjadi Global City. Karena itu, menurut dia, transformasi BUMD harus berjalan lebih agresif agar tidak tertinggal dari perubahan yang terjadi di tingkat regional maupun global.

Risiko eksternal ikut jadi perhatian

Selain soal ekspansi, Pramono juga mengingatkan bahwa BUMD harus membaca ancaman dari luar dengan serius. Ia menyoroti ketidakpastian geopolitik dunia yang dapat memengaruhi kinerja usaha, termasuk berbagai tekanan yang muncul dari kondisi internasional.

Fenomena alam juga masuk dalam perhatian. Salah satu risiko yang disebutnya adalah El Nino yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga September, sehingga manajemen BUMD diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.

Dengan kondisi itu, perubahan di tubuh BUMD tidak cukup hanya diberi target bisnis. Pramono menilai budaya kerja yang lebih terbuka, transparan, dan profesional harus dibangun agar transformasi benar-benar terasa dalam operasional perusahaan daerah.

Fokus pembiayaan diperkuat

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa forum ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya. Fokus utamanya diarahkan pada penguatan kemandirian keuangan melalui kinerja investasi, creative financing, dan kerja sama pembiayaan antarperusahaan daerah.

Pada Triwulan I tahun 2026, fasilitas kredit Bank Jakarta telah ditandatangani untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang. Langkah ini dipandang sebagai salah satu pencapaian penting dalam memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor pangan dan infrastruktur.

Skema pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa dorongan kepada BUMD tidak hanya berbicara soal pasar baru. Pemerintah daerah juga ingin pondasi keuangan perusahaan daerah semakin kuat supaya ekspansi bisnis bisa dijalankan dengan persiapan yang lebih matang dan berkelanjutan.

Aset daerah didorong lebih produktif

Selain pembiayaan, pemerintah provinsi juga memusatkan perhatian pada optimalisasi aset strategis. Aset daerah diarahkan agar tidak sekadar tersimpan, tetapi bisa menghasilkan sumber pendapatan baru bagi Jakarta.

Peluang pengembangan disebut terbuka di sektor properti hunian mix-used serta infrastruktur pengolahan air limbah. Di sisi lain, kolaborasi antarbadan usaha milik daerah juga diarahkan untuk memperkuat distribusi pangan dan layanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Pendekatan itu diposisikan sebagai cara agar aset daerah benar-benar bekerja lebih produktif. Dengan begitu, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan daerah, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas bagi pertumbuhan Jakarta.

Pada penutupan acara, PAM Jaya dan Bank Jakarta menandatangani kesepakatan kredit sebagai bentuk nyata sinergi pembiayaan. Collaboration Charter tersebut diharapkan menjadi landasan bagi BUMD Jakarta untuk bergerak lebih tangguh, lebih profesional, dan lebih siap mendukung ekonomi kota di dalam maupun luar negeri.

Berita Terbaru