Drone Kecil Ukraina Memaksa Eropa Mengejar Laser Ringan yang Bisa Dibawa di Tangan

Author: Redaksi Android62

Permintaan Ukraina terhadap sistem penandaan laser untuk drone berukuran kecil memicu gelombang produk baru dari produsen Eropa. Di Eurosatory, Paris, sejumlah perusahaan memamerkan solusi laser yang dirancang untuk mengisi celah penting dalam kebutuhan pertahanan Ukraina.

Kebutuhan itu muncul karena medan tempur Ukraina semakin bergantung pada drone kecil, sementara sistem laser militer yang ada masih didominasi perangkat besar dan mahal. Situasi tersebut mendorong industri mencari alat yang lebih ringkas, lebih ringan, dan tetap mampu mendukung operasi taktis.

Perangkat yang kian kecil, tetapi tetap dipakai di medan perang

Salah satu yang paling agresif memperluas produksi adalah Aktyvus Photonics dari Lithuania. Perusahaan ini mengatakan akan melipatgandakan produksi sistem penunjuk laser UAV ultra-kompak pada tahun ini dan memakai laba 2025 untuk memperluas operasi.

Perangkat buatannya disebut bisa muat di tangan dan berbobot 200 gram. Ukuran itu dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan drone kecil tanpa mengorbankan fungsi penandaan laser.

CEO Aktyvus Photonics, Laurynas Šatas, mengatakan komponen laser perusahaan dipasok kepada integrator dan kontraktor pertahanan di seluruh Eropa yang menjadi sekutu NATO. Ia juga menegaskan bahwa teknologi perusahaan sudah hadir di Ukraina dan telah diuji dalam kondisi nyata di medan perang.

Baltik menjadi titik strategis baru

Šatas menyebut posisi Lithuania di sayap timur NATO membuat kawasan Baltik menjadi fokus alami bagi perusahaan, baik secara geografis maupun strategis. Pernyataan itu menunjukkan bagaimana faktor keamanan regional ikut membentuk arah ekspansi bisnis pertahanan di Eropa.

Threod Systems dari Estonia juga memperluas portofolio peluncur drone dan UAV yang digunakan dalam perang melawan invasi Rusia. Di Eurosatory tahun ini, perusahaan itu memperkenalkan Eos D ISTAR, drone VTOL kecil generasi baru.

Produk tersebut menggabungkan pesawat ringan dengan sistem sensor berkapabilitas tinggi untuk membawa kemampuan penandaan laser dan pengintaian ke dalam satu sistem UAV ringan. Threod menyebut pendekatan ini ditujukan agar unit taktis dapat mengoperasikan kemampuan itu dengan jauh lebih mudah.

Masukan dari Ukraina ikut membentuk desain

CEO Threod Systems, Arno Vaik, mengatakan penandaan laser bukan kemampuan baru. Namun, menurut dia, fungsi dukungan presisi tidak seharusnya terbatas pada sistem yang lebih besar atau platform nirawak yang berat.

Threod juga memanfaatkan masukan dari operator di Ukraina, tempat perusahaan menjalankan pusat pelatihan. Umpan balik dari lapangan itu dipakai untuk memperbaiki algoritma perangkat lunak dan prosedur pengoperasian craft mereka.

Pengalaman tempur tersebut ikut membantu ekspor Threod ke 27 negara, termasuk 14 anggota NATO, menurut data perusahaan. Dalam konteks ini, Ukraina bukan hanya menjadi pasar pengguna, tetapi juga medan uji yang membentuk desain dan kesiapan produk baru.

Gelombang produk yang muncul menunjukkan bahwa kebutuhan perang di Ukraina mendorong produsen Eropa mengejar kombinasi yang sama: ukuran kecil, bobot ringan, dan fungsi laser yang cukup presisi untuk operasi drone taktis. Pada saat yang sama, kemampuan itu kini dipasarkan ke jaringan pertahanan NATO di Eropa.

Berita Terbaru