Noor Azizah Tutup Akun IG, Pidatonya Soal Rohingya Picu Kemarahan Publik

Author: Redaksi Android62

Akun Instagram aktivis Rohingya Noor Azizah dilaporkan tidak lagi dapat diakses secara publik setelah pidatonya di Australia memicu kontroversi luas. Pantauan Beritasatu.com menunjukkan akun @noor.azizah.rohingya kini berubah ke mode privat di tengah gelombang kritik warganet.

Kontroversi itu bermula dari pidato Noor Azizah yang beredar ulang di media sosial dan memancing perdebatan di ruang digital. Dalam pidato tersebut, ia menyoroti kondisi pengungsi Rohingya di Asia Tenggara dengan menyebut Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Pernyataan yang memantik reaksi keras

Dalam pidatonya, Noor Azizah menyinggung adanya ujaran kebencian dan disinformasi di media sosial, terutama terkait pengungsi Rohingya di Indonesia. Ia mengklaim serangan verbal terus muncul, termasuk sebutan yang merendahkan martabat pengungsi.

Ia juga menyebut istilah seperti “hewan berkulit gelap”, “mnyt”, hingga “sampah laut” dalam uraian yang disampaikannya. Bagian inilah yang kemudian paling banyak memicu respons keras dari pengguna media sosial.

Selain Indonesia, Noor Azizah turut menyoroti Malaysia dan Thailand. Ia menyampaikan bahwa ada sekitar 2.000 anak yang disebut “dikurung di pusat imigrasi” dan hidup di balik jeruji besi di Malaysia.

Ketika membahas Thailand, ia menyinggung dugaan praktik perdagangan manusia yang disebut menimpa sebagian pengungsi Rohingya. Pernyataan-pernyataan tersebut membuat isi pidatonya dipandang tajam oleh sejumlah warganet.

Gelombang kritik dari warganet

Video pidato itu diunggah ulang oleh akun Instagram @HMetromy pada Selasa (16/6/2026) dan dengan cepat menyebar di berbagai platform. Setelah itu, komentar bernada kritik bermunculan dan memperlebar perdebatan di media sosial.

Sejumlah pengguna menilai ucapan Noor Azizah tidak menunjukkan apresiasi kepada negara-negara yang selama ini menerima pengungsi Rohingya. Sebagian lainnya menilai cara penyampaiannya terlalu keras karena menyebut negara tujuan pengungsi secara langsung dalam konteks yang sensitif.

Hingga berita ini ditulis, Noor Azizah belum memberikan penjelasan lanjutan untuk menanggapi kritik yang mengarah kepadanya. Situasi tersebut membuat namanya terus menjadi perhatian publik di tengah perdebatan soal cara menyampaikan kritik terhadap perlakuan kepada pengungsi Rohingya.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru