Dua Posko Disiagakan KAI di Bekasi Timur dan Gambir, Keluarga Korban Didampingi 2 Minggu

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiagakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir untuk mendampingi keluarga korban kecelakaan kereta api. Posko ini disiapkan untuk beroperasi selama sekitar dua minggu dan menjadi pusat informasi selama proses penanganan pascakejadian masih berlangsung.

Selain layanan tatap muka di dua stasiun tersebut, KAI juga menghubungkan posko dengan Contact Center 121. Jalur tambahan ini disiapkan agar keluarga korban tetap mudah mengakses perkembangan informasi tanpa harus bergantung pada satu titik layanan saja.

Fokus utama: pendampingan keluarga korban

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa setiap informasi akan disampaikan dengan hati-hati. Ia juga menekankan pentingnya menjaga penghormatan kepada korban dan keluarga yang terdampak dalam setiap penyampaian informasi.

Menurut Bobby, kebutuhan informasi dari keluarga maupun masyarakat masih cukup tinggi setelah insiden terjadi. Karena itu, KAI memilih membuka lebih dari satu akses komunikasi agar arus informasi tetap terbuka, tetapi tetap terkontrol dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Kehadiran posko di Bekasi Timur dan Gambir dipandang strategis karena kedua lokasi tersebut mudah dijangkau. KAI menempatkan dua titik pelayanan itu sebagai pusat informasi resmi bagi keluarga yang masih menunggu pembaruan terkait penanganan insiden.

Penanganan korban tetap menjadi prioritas

Sejak kejadian tersebut, seluruh langkah KAI diarahkan pada penanganan korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena ada korban yang memerlukan penanganan khusus dari sisi medis dan keselamatan.

Bobby menyampaikan bahwa tim medis, Basarnas, KAI, dan pihak terkait bekerja secara terkoordinasi di lapangan. Koordinasi ini diperlukan agar penanganan korban yang berada di lokasi maupun yang sudah mendapat perawatan bisa berjalan optimal.

KAI juga menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan. Perusahaan turut menyampaikan empati kepada para korban luka yang masih menjalani perawatan medis.

Perhatian pemerintah dan evaluasi keselamatan

Insiden tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meninjau langsung kondisi korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Bekasi.

Dalam kunjungan itu, Presiden memastikan penanganan korban berjalan optimal dan menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyebut kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga.

Di sisi lain, operasi SAR terkait kecelakaan itu telah dinyatakan selesai. Meski begitu, posko tanggap darurat KAI di Bekasi Timur dan Gambir tetap disiagakan sebagai bagian dari upaya lanjutan untuk menjaga alur informasi dengan keluarga korban selama masa penanganan masih berlangsung.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait