Dua nama baru Jetour, T1 dan T2, muncul di data NJKB dengan opsi PHEV dan langsung mencuri perhatian karena harga awalnya tercatat mulai Rp205 juta. Daftar itu menunjukkan Jetour Sales Indonesia tengah menyiapkan langkah yang lebih serius untuk memperluas lini SUV elektrifikasi di pasar nasional.
Yang membuat temuan ini menarik, Jetour T1 dan T2 sudah tercatat sebagai model tahun produksi 2026 di laman Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran status itu memberi sinyal bahwa peluang masuknya kedua model tersebut ke Indonesia semakin nyata.
Lima varian yang sudah tercatat
Data NJKB memperlihatkan Jetour tidak hanya menyiapkan satu konfigurasi untuk masing-masing model. Total ada lima trim yang muncul, dengan rincian harga mulai dari T1 4×2 DCT AT Rp170.000.000 dan T1 4×4 DCT AT Rp185.000.000.
Untuk T1, daftar juga memuat varian PHEV 1.5TD-1DHT 4×2 dengan NJKB Rp205.000.000. Sementara pada lini T2, tercatat T2 4×2 DCT AT Rp275.000.000 dan T2 PHEV 1.5TD-3DHT 4×2 Rp316.000.000.
Munculnya varian PHEV di dua model sekaligus menunjukkan arah pengembangan Jetour tidak berhenti pada SUV konvensional. Pabrikan itu tampaknya mulai memperluas pilihan elektrifikasi untuk konsumen Indonesia.
Perlu diingat, angka tersebut masih sebatas NJKB. Harga jual ke konsumen nantinya akan lebih tinggi setelah ditambah margin perusahaan dan instrumen perpajakan.
T1 disiapkan sebagai SUV urban yang tetap siap keluar aspal
Jetour T1 diposisikan sebagai SUV off-road urban lite yang menggabungkan kenyamanan harian dan kemampuan melintasi medan yang lebih menantang. Bentuk boksi khas SUV klasik dipadukan dengan sudut tajam dan garis mengalir untuk memberi kesan modern.
Pada varian utamanya, T1 memakai mesin turbocharged 2.0 liter dengan transmisi otomatis 8-percepatan. Tenaganya disebut mencapai 254 PS dengan torsi 390 Nm.
Jetour juga menyertakan tujuh mode berkendara, termasuk mode khusus medan pegunungan. Selain itu, T1 turut disiapkan dalam opsi 1.5 PHEV, yang menandakan jalur elektrifikasi sudah dipasang sejak awal pada model ini.
T2 PHEV menonjol lewat efisiensi dan karakter petualang
Berbeda dari T1, Jetour T2 i-DM PHEV membawa mesin hybrid 1.5TGDI generasi kelima. Jetour mengklaim efisiensi termalnya mencapai 44,5 persen, angka yang disebut tinggi untuk kelasnya.
Mesin empat silinder itu dipasangkan dengan transmisi DHT 3-percepatan agar penyaluran tenaga terasa halus dan responsif. Motor listriknya memberi start yang senyap seperti kendaraan listrik murni, lalu mesin bensin terintegrasi saat kecepatan meningkat untuk menghasilkan lonjakan torsi bergaya off-road.
Jetour juga menyebut body roll pada T2 PHEV tetap minim saat manuver kecepatan tinggi. Kombinasi itu membuat model ini terlihat efisien, tetapi tetap mempertahankan karakter SUV petualang.
Arah produk Jetour di Indonesia makin terbaca
Kehadiran T1 dan T2 dalam daftar NJKB memperlihatkan Jetour mulai membangun portofolio yang lebih lebar di Indonesia. Dari sebelumnya hanya satu varian, kini setidaknya ada lima trim yang sudah terdaftar, termasuk model PHEV yang paling dinanti.
Sebagai pembanding, Jetour T2 tipe 2.0 T-GDI AWD saat ini dijual Rp588 juta OTR Jakarta. Dengan masuknya versi PHEV ke daftar NJKB, rentang produk Jetour di pasar Indonesia terlihat semakin beragam.
Peluncuran resminya diperkirakan berlangsung di ajang GIIAS 2026 yang dijadwalkan akhir Juli mendatang. Jika rencana itu berjalan mulus, Jetour T1 dan T2 PHEV berpeluang menjadi sorotan di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi.







