Pintu Terkunci dan Asap Beracun, Celah Maut di Balik Kebakaran Bar Bangkok

Author: Redaksi Android62

Asap beracun disebut menjadi pembunuh pertama dalam kebakaran maut di Rong Beer Na Lat Phrao, Bangkok, sebelum api sempat menyentuh tubuh banyak korban. Di tengah ruang yang gelap, pengunjung kehilangan arah dan sebagian besar korban tewas justru ditemukan menumpuk di toilet belakang.

Temuan awal penyidik menunjukkan tragedi ini dipicu rangkaian kelalaian yang saling mengunci. Pintu keluar dekat toilet terkunci, dua pintu utama terhalang furnitur, dan tidak ada penerangan darurat yang membantu evakuasi.

Korban terjebak saat ruang mendadak gelap

Penyidik menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik pada pendingin ruangan. Korsleting itu memutus aliran listrik dan membuat interior bar seketika gelap, sehingga pengunjung sulit melihat jalan keluar ketika api mulai menjalar.

Api juga diduga cepat membesar karena dekorasi plastik dan busa mudah terbakar di area panggung. Jenderal Polisi Kittiratt Phanphet menilai kondisi itu menunjukkan kurangnya kehati-hatian dan pengabaian terhadap keselamatan pengunjung.

Toilet belakang menjadi titik jebakan

Sejumlah korban selamat menyebut mereka berlari menjauh dari api ke bagian belakang ruangan. Langkah itu terlihat naluriah, tetapi justru membawa banyak orang ke area yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Pakar keselamatan kebakaran dari Engineering Institute of Thailand, Busakorn Saensuk, menjelaskan bahwa orang cenderung bergerak menjauhi sumber api menuju bagian belakang ruangan. Namun di lokasi ini, jalur keluar di dekat toilet terkunci, sementara dua pintu utama tertutup tumpukan furnitur.

Busakorn juga menyoroti ketiadaan penerangan darurat, yang membuat korban tidak mampu melihat jalur evakuasi dalam kegelapan total. Ia menilai, jika tanda darurat menyala, setidaknya orang-orang masih bisa melihat bahwa pintu itu terkunci dan mencoba membukanya.

Temuan di Lokasi Kondisi Dampak
Pintu keluar dekat toilet Terkunci Korban terjebak di bagian belakang
Dua pintu utama Terhalang furnitur Jalur kabur tertutup
Penerangan darurat Tidak ada Korban sulit menemukan jalan keluar

Asap mematikan muncul dari material bangunan

Profesor teknik struktur Worsak Kanok Nukulchai menilai karbon monoksida dan hidrogen sianida menjadi faktor paling mematikan dalam insiden ini. Menurut dia, asap beracun dari reaksi material plastik dan plafon busa kemungkinan membunuh korban lebih dulu sebelum api menyentuh tubuh mereka.

Analisis itu memperkuat dugaan bahwa banyak korban kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat upaya keluar dari ruangan tertutup menjadi makin sulit, terutama ketika asap memenuhi seluruh area bar.

Masalah izin dan rekam jejak pemilik ikut disorot

Investigasi juga menemukan bar tersebut terdaftar sebagai restoran musik hidup, bukan tempat hiburan malam resmi. Celah hukum ini diduga membuat pengelola tidak diwajibkan secara hukum memakai material bangunan tahan api.

Media lokal melaporkan pemilik Rong Beer Na Lat Phrao memiliki rekam jejak buruk terkait insiden kebakaran. Ia disebut pernah memiliki pub di Provinsi Yasothon yang juga ludes terbakar pada Desember 2019.

Meski kejadian di Yasothon berlangsung saat siang hari dan tempat itu kosong tanpa pengunjung, catatan itu kini ikut disorot dalam penyelidikan pidana di Bangkok. Pemerintah Kota Bangkok juga mulai meninjau ulang standarisasi bahan bangunan untuk seluruh kategori tempat usaha kuliner agar tragedi serupa tidak terulang.

Di tengah penyelidikan yang masih berjalan, 27 jenazah korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 24 dari 70 korban luka masih berada dalam kondisi kritis.

Kebakaran tersebut juga menghancurkan grup band indie lokal Thotsakan yang sedang tampil malam itu, karena dua personelnya dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Peristiwa ini menambah daftar pertanyaan tentang kelalaian keselamatan di tempat hiburan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pengunjung.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru