Cermin Raksasa dari Orbit Pernah Menerangi Malam, Rusia Sudah Mencobanya

Author: Redaksi Android62

Rusia pernah membuktikan bahwa malam bisa dibuat lebih terang dari orbit. Pada 1993, proyek Znamya 2 berhasil membentangkan cermin reflektif di antariksa dan memantulkan sinar Matahari ke Bumi, menghasilkan berkas cahaya yang disebut mendekati terang bulan purnama.

Eksperimen itu kembali relevan karena konsep serupa kini dibidik oleh perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, Reflect Orbital. Gagasan utamanya sama, yakni memantulkan cahaya Matahari ke lokasi tertentu setelah Matahari terbenam.

Znamya 2 dan kilatan cahaya dari orbit

Znamya 2 menggunakan cermin berdiameter sekitar 20 meter yang dibawa wahana kargo Progress M-15 setelah menyelesaikan tugasnya di stasiun luar angkasa Mir. Setelah dibentangkan, cermin itu memantulkan sinar Matahari dan membentuk berkas cahaya selebar sekitar 5 kilometer.

Cahaya tersebut melintas dari Prancis selatan hingga Rusia barat dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per detik. Meski banyak wilayah tertutup awan, sejumlah pengamat di darat tetap sempat melihat kilatan terang yang menyapu langit.

Target awalnya penerangan untuk wilayah terpencil

Proyek Znamya dipimpin insinyur Rusia Vladimir Syromyatnikov. Teknologi ini awalnya dirancang sebagai layar surya untuk mendorong wahana antariksa menggunakan tekanan cahaya Matahari.

Konsep itu kemudian diubah menjadi cermin orbit untuk menerangi permukaan Bumi. Sasaran awalnya adalah wilayah terpencil di Siberia, kawasan Arktik, lokasi bencana, dan area konstruksi yang membutuhkan cahaya tambahan pada malam hari.

Upaya lanjutan yang gagal dihentikan di tengah jalan

Keberhasilan Znamya 2 mendorong Rusia menyiapkan Znamya 2.5 pada 1999. Cermin berdiameter 25 meter itu diperkirakan mampu menghasilkan cahaya setara lima hingga sepuluh kali terang bulan purnama.

Namun, eksperimen tersebut gagal ketika cermin tersangkut antena wahana Progress saat dibentangkan. Setelah beberapa upaya penyelamatan tidak berhasil, wahana diarahkan kembali masuk ke atmosfer dan proyek Znamya dihentikan.

Rencana untuk membuat versi yang lebih besar, Znamya 3, juga dibatalkan. Dengan begitu, ambisi Rusia untuk menghadirkan penerangan malam dari orbit berhenti setelah serangkaian uji coba awal.

Konsep lama yang kembali dicoba

Meski proyek Rusia sudah lama berakhir, ide memantulkan cahaya dari antariksa belum benar-benar hilang. Reflect Orbital kini mengembangkan satelit dengan cermin reflektif besar untuk mengarahkan cahaya Matahari ke lokasi tertentu setelah malam tiba.

Perusahaan itu menyebut teknologi ini dapat dipakai untuk proyek konstruksi, operasi pencarian dan penyelamatan, penanggulangan bencana, serta membantu pembangkit listrik tenaga surya bekerja lebih lama setiap hari.

Menurut Reflect Orbital, satelit demonstrasi pertamanya dirancang membawa cermin berukuran sekitar 18 × 18 meter. Cermin itu disebut mampu memantulkan cahaya setara sinar bulan ke area berdiameter sekitar 5 kilometer di permukaan Bumi.

Masih memunculkan pertanyaan lingkungan

Di balik janji penerangan malam, konsep cermin antariksa tetap menyisakan kekhawatiran. Para astronom menilai pantulan cahaya buatan berpotensi mengganggu pengamatan langit malam.

Ilmuwan lingkungan juga mengingatkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap satwa nokturnal dan ekosistem. Karena itu, teknologi ini masih harus melewati penilaian yang cermat sebelum digunakan lebih luas.

Tabel berikut merangkum tiga proyek yang disebut dalam perkembangan cermin antariksa:

Proyek Ukuran Cermin Hasil Uji Status
Znamya 2 20 meter Berkas cahaya sekitar 5 kilometer, mendekati cahaya bulan purnama Berhasil diuji
Znamya 2.5 25 meter Diperkirakan setara 5 hingga 10 kali terang bulan purnama Gagal dan dihentikan
Reflect Orbital 18 × 18 meter Dirancang memantulkan cahaya setara sinar bulan ke area diameter sekitar 5 kilometer Masih dikembangkan
Berita Terbaru