Kasus dugaan penganiayaan terhadap WNA Aljazair berinisial MBC di Polsek Kuta menyita perhatian setelah kondisi fisiknya disebut mengkhawatirkan. Kuasa hukumnya menyampaikan bahwa kliennya mengeluhkan nyeri pada bagian alat vital dan salah satu buah pelir disebut mengecil.
Laura, kuasa hukum MBC, mengatakan pemeriksaan medis telah dilakukan di rumah sakit dan kini dokter urologi masih menilai apakah organ vital korban tetap berfungsi normal. Observasi kesehatan itu disebut akan berlangsung selama tujuh hari, sebelum dokter memutuskan ada atau tidaknya tindakan lanjutan, termasuk kemungkinan bedah urologi.
Pemeriksaan Medis dan Riwayat Cedera
Menurut Laura, pemeriksaan awal juga menemukan testis MBC mengecil. Namun, ia menegaskan kliennya memiliki riwayat cedera pada bagian tersebut sejak 2019 akibat pemukulan yang pernah dialami sebelumnya.
Di sisi lain, pihak kuasa hukum belum ingin menyimpulkan penyebab pasti kondisi itu karena masih menunggu hasil pemeriksaan yang lebih lengkap. Mereka menilai status kesehatan MBC perlu dipastikan melalui observasi dokter sebelum ada penjelasan lanjutan.
Klaim Pemukulan Saat Penanganan
Laura menyebut MBC mengaku dipukul oleh sekitar 10 orang anggota setelah dituduh mencuri di dua lokasi, yakni Bali Mall Galeria dan Beachwalk Pantai Kuta Bali. Ia juga mengatakan kliennya sempat ditodong senjata ke arah alat kelaminnya karena tidak mengakui tuduhan pencurian dan tidak bersedia menunjukkan tempat tinggal saat diperiksa.
Meski demikian, kuasa hukum menegaskan seluruh keterangan itu masih berupa dugaan berdasarkan cerita MBC. Mereka belum menyebut nama terduga pelaku dan belum mengambil kesimpulan sebelum bukti yang kuat tersedia.
Perkara Pencurian yang Masih Berjalan
Dalam perkara pokok, MBC dan istrinya diduga terlibat pencurian sejumlah barang bermerek Adidas di dua lokasi berbeda di kawasan Kuta. Di Beachwalk Shopping Center, barang yang diduga diambil berupa enam potong pakaian dan tiga topi, sedangkan di MBG disebut ada tiga pakaian dan dua topi.
Laura mengatakan penyidikan sejauh ini mengacu pada rekaman kamera pengawas, tetapi pihaknya belum menerima salinan Berita Acara Pemeriksaan secara lengkap. Karena itu, kuasa hukum belum bisa mempelajari seluruh alat bukti yang dimiliki penyidik dan masih menunggu dokumen penyidikan agar perkara dapat dipahami secara utuh.
Istri dan Anak Ikut Ditahan
Tidak hanya MBC, istri dan anaknya yang masih berusia 1 tahun juga disebut ikut ditahan. Menurut Laura, istri MBC saat ini dititipkan di Lapas Wanita Kerobokan, sementara anaknya ikut bersama ibunya karena masih balita.
Laura menambahkan anak tersebut memiliki penyakit jantung dan pihaknya mengantongi bukti medis terkait kondisi itu. Ia juga menyebut istri MBC sempat mencoba bunuh diri dengan jarum yang ditusukkan ke pergelangan tangan, tetapi upaya itu berhasil dicegah.
Selain itu, keluarga di Aljazair disebut sempat meminta agar tersangka diberi kesempatan berkomunikasi dengan orang tua mereka. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi menurut informasi yang diterima kuasa hukum.
Bantahan dari Polsek Kuta
Kapolsek Kuta Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat dikonfirmasi menyebut pihaknya masih menyusun laporan lengkap terkait hasil pemeriksaan kesehatan MBC. Ia mengatakan informasi resmi akan disampaikan melalui Seksi Humas Polresta agar semua media menerima keterangan yang sama.
Laksmi juga membantah adanya tindak kekerasan selama penanganan MBC. Menurut dia, yang bersangkutan sakit bukan akibat kekerasan fisik dan sejak awal diamankan disebut kooperatif.
Hingga kini, dugaan penganiayaan tersebut masih bertumpu pada pengakuan MBC melalui kuasa hukumnya. Polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan terjadi kekerasan fisik selama proses penangkapan maupun pemeriksaan terhadap tersangka.
Source: mediaindonesia.com






