Dukungan Trump untuk Gianni Infantino ke PBB Terganjal Veto Dewan Keamanan

Author: Redaksi Android62

Dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum cukup untuk mengantarkan Gianni Infantino ke kursi sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Presiden FIFA itu tetap harus melewati proses politik di Dewan Keamanan PBB, termasuk risiko veto dari lima anggota tetap.

Nama Infantino muncul dalam laporan yang mengutip sumber dekat Trump menjelang berakhirnya masa jabatan Antonio Guterres pada 31 Desember 2026. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai pencalonan pemimpin sepak bola dunia tersebut.

Jalur Pencalonan yang Menentukan

Pasal 97 Piagam PBB mengatur bahwa sekretaris jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan. Karena itu, kontestasi tidak hanya bergantung pada popularitas calon, melainkan juga penerimaan diplomatik di antara negara anggota.

Sumber yang dikutip Beritasatu menyebut calon harus memperoleh dukungan sedikitnya dari 15 anggota Dewan Keamanan. Calon juga tidak boleh terkena veto dari salah satu negara anggota tetap dewan tersebut.

Agenda Ketentuan
Akhir masa jabatan Antonio Guterres 31 Desember 2026
Awal masa jabatan sekjen berikutnya 1 Januari 2027
Masa bakti sekjen berikutnya 5 tahun
Dasar pengangkatan Rekomendasi Dewan Keamanan dan persetujuan Majelis Umum PBB

Pengganti Guterres dijadwalkan memulai masa bakti lima tahun pada 1 Januari 2027. Prosedur tersebut membuat dukungan Washington menjadi salah satu faktor, tetapi bukan penentu tunggal bagi masa depan pencalonan Infantino.

Penilaian Trump terhadap Presiden FIFA

Menurut New York Post yang dikutip Anadolu Agency, Trump memandang Infantino sebagai figur yang dihormati berbagai pihak di dunia. Trump juga disebut menilai Infantino memiliki kemampuan untuk menyatukan beragam kalangan.

Penilaian itu menjadi dasar spekulasi tentang kemungkinan dukungan Trump dalam persaingan suksesi Guterres. Bila maju, Infantino akan berpindah dari kepemimpinan organisasi olahraga global ke arena diplomasi multilateral yang jauh lebih kompleks.

Kedekatan Trump dan Infantino telah terlihat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026. Hubungan keduanya kembali mendapat perhatian setelah Infantino memberikan penghargaan perdamaian FIFA perdana kepada Trump pada Desember 2025.

Latar Hubungan Washington dan PBB

Isu dukungan kepada Infantino berkembang ketika kebijakan pemerintahan Trump terhadap PBB menjadi perhatian. Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump memangkas pendanaan Amerika Serikat secara signifikan untuk organisasi tersebut.

Pemerintahannya juga menarik Amerika Serikat dari sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan PBB, termasuk Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization. Kebijakan itu mencerminkan perubahan pendekatan Washington terhadap beberapa lembaga multilateral.

Pada 2025, Trump membentuk Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat. Pembentukan badan itu memicu spekulasi bahwa pemerintahannya sedang menyiapkan alternatif bagi PBB.

Spekulasi tersebut terkait dengan dorongan Washington terhadap sejumlah perjanjian damai, termasuk antara Israel dan Hamas. Trump membantah anggapan bahwa Dewan Perdamaian dibentuk sebagai pengganti PBB.

Apabila pencalonan Infantino benar-benar diajukan, dukungan diplomatik yang luas akan menjadi kebutuhan utama. Ketiadaan veto di Dewan Keamanan PBB juga akan menentukan apakah namanya dapat dibawa ke Majelis Umum untuk disetujui.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru