Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mengkaji usulan pembangunan fasilitas penyimpanan BBM berkapasitas hingga 30.000 kiloliter di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jika terealisasi, fasilitas ini dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional, terutama untuk kawasan timur Indonesia.
Usulan tersebut muncul dari pemerintah daerah dan dibahas dalam audiensi dengan Kementerian ESDM. Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menyebut Selayar sebagai salah satu titik alternatif yang strategis untuk pengembangan penyimpanan BBM di Indonesia.
Alasan Selayar dinilai mendesak
Selama ini, Kabupaten Kepulauan Selayar masih sangat bergantung pada pasokan dari Makassar. Jarak pengiriman yang bisa mencapai 10 jam pelayaran membuat distribusi BBM rentan terganggu, terutama saat musim barat.
Musim barat di wilayah itu berlangsung sekitar empat hingga lima bulan dan kerap memicu hambatan distribusi akibat cuaca buruk. Karena itu, pemerintah kabupaten mengusulkan pembangunan storage tank agar pasokan lebih aman dan Selayar bisa didorong menjadi hub logistik energi nasional.
Natsir juga menilai letak Selayar sangat mendukung gagasan tersebut karena berada di tengah jalur pelayaran internasional ALKI II dan ALKI III. Posisi ini disebut memberi nilai strategis lebih besar bagi pengembangan infrastruktur energi.
Rencana kapasitas dan jenis BBM
Pembangunan tangki penyimpanan itu diproyeksikan dimulai dari kapasitas tahap awal 10.000 kl hingga 30.000 kl. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjamin ketersediaan BBM jenis Solar, Pertalite, dan Pertamax.
| Aspek | Rencana | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas awal | 10.000 kl – 30.000 kl | Tahap awal pembangunan storage tank |
| Jenis BBM | Solar, Pertalite, Pertamax | Untuk menjaga ketersediaan pasokan |
| Kebutuhan harian Selayar | 70 – 90 kl per hari | Menjadi dasar kebutuhan penyimpanan yang lebih besar |
Menurut Rizwi, kapasitas penyimpanan yang besar tetap dibutuhkan agar stok aman ketika pengiriman terganggu. Hasil pembahasan audiensi akan dilaporkan kepada Direktur Jenderal Migas dan Menteri ESDM sebagai bahan evaluasi perencanaan infrastruktur energi ke depan.
Lahan dan fasilitas penunjang sudah disiapkan
Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektare yang sudah disahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Rencana infrastrukturnya disusun terintegrasi, tidak hanya untuk tangki timbun, tetapi juga fasilitas logistik lain.
Fasilitas yang dirancang mencakup dermaga kapal tanker atau jetty, sistem pipa distribusi, hingga fasilitas bongkar muat. Dengan skema itu, Selayar diharapkan tidak hanya menjadi titik penyimpanan, tetapi juga simpul distribusi energi yang lebih kuat untuk kawasan sekitarnya.
Dalam keterangannya, Natsir mengatakan pembangunan storage tank penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan yang selama ini terjadi. Ia juga menawarkan Selayar sebagai pusat logistik energi nasional karena letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional.
