88 Unit Ferrari Luce di China Langsung Ludes, Harga Rp9,5 Miliar Tetap Diburu

Author: Redaksi Android62

Ferrari berhasil menjual habis seluruh jatah Luce untuk pasar China, meski mobil listrik ini sempat menuai kontroversi sejak diperkenalkan. Hanya ada 88 unit yang dialokasikan, dan semuanya langsung habis terjual.

Yang menarik, harga jual Luce dipatok 3,988 juta yuan atau sekitar US$586.600, setara kurang lebih Rp9,5 miliar. Angka itu disebut sekitar tujuh persen lebih murah dibandingkan harga di Eropa.

Tekanan kompetisi di pasar China

Di China, Luce harus berhadapan dengan mobil listrik lokal yang jauh lebih murah. Salah satu pembanding yang paling sering disebut adalah BYD Yangwang U9, yang harganya hanya sekitar setengah dari Luce.

Model Harga Catatan
Ferrari Luce 3,988 juta yuan 88 unit untuk China, habis terjual
BYD Yangwang U9 Sekitar setengah dari Luce Pengisian daya lebih cepat, akselerasi 0-100 km/jam lebih singkat
GAC Hyptec SSR Mulai 1.286.000 yuan Varian tertinggi diklaim 0-100 km/jam dalam 1,9 detik

Supercar listrik BYD itu juga disebut menawarkan pengisian daya lebih cepat, akselerasi 0-100 km per jam yang lebih singkat, serta tenaga lebih besar dengan selisih lebih dari 200 hp yang disalurkan ke keempat roda. Dari sisi harga, perbandingan itu membuat posisi Luce terlihat kontras di mata konsumen China.

GAC Hyptec SSR menambah tekanan dengan banderol mulai 1.286.000 yuan atau sekitar US$189.200. Dengan harga satu Ferrari Luce, konsumen bahkan bisa membeli hampir tiga unit Hyptec SSR.

Isu loyalitas dan bantahan Ferrari

Penjualan Luce yang cepat sempat memunculkan spekulasi soal adanya semacam tes loyalitas bagi pelanggan. Isu itu berkembang karena pembeli Luce disebut akan mendapat prioritas untuk membeli model Ferrari lain yang lebih eksklusif.

Namun, Chief Marketing Officer Ferrari membantah rumor tersebut dalam wawancara dengan The Drive. Bantahan itu penting karena penjualan Luce berlangsung di tengah sorotan besar terhadap posisi mobil ini di lini produk Ferrari.

Mobil listrik massal pertama Ferrari

Luce EV menjalani debut global pada Mei 2026 dan menjadi mobil listrik massal pertama Ferrari. Pabrikan asal Italia itu menempatkannya bukan sebagai supercar, melainkan sebagai grand tourer lima penumpang.

Pilihan ini menunjukkan upaya Ferrari menjaga identitas merek sambil memperluas langkah ke elektrifikasi. Di sisi lain, langkah tersebut juga memicu kritik dari sebagian penggemar yang menilai Luce terlalu biasa dan terlalu mudah, terutama untuk ukuran Ferrari.

Dampak setelah peluncuran

Sorotan negatif terhadap Luce tidak hanya berhenti pada kritik publik. Setelah peluncuran, saham Ferrari sempat anjlok 6 persen, lalu perusahaan memecat pejabat kepala pemasaran dan komersial Enrico Galliera sepekan setelahnya.

Ferrari kemudian menunjuk Massimiliano Di Silvestre, mantan bos BMW di Italia, untuk mengisi posisi tersebut. Di tengah kontroversi dan debat soal identitas merek, habisnya seluruh 88 unit Luce di China memperlihatkan bahwa minat pasar tetap sangat besar.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru