FIFA Kaji Satu Perubahan Kecil di Adu Penalti, Nasib Tim Bisa Ditentukan Lebih Cepat

FIFA tengah mengkaji perubahan kecil dalam prosedur adu penalti yang berpotensi mengubah alurnya di Piala Dunia 2026. Inti usulan itu adalah mengurangi jumlah undian koin sebelum babak penentuan dimulai.

Selama ini, wasit melakukan lempar koin dua kali. Undian pertama menentukan tim yang lebih dulu menendang, sedangkan undian kedua memilih sisi gawang yang digunakan dalam adu penalti.

Usulan yang membuat proses lebih ringkas

Melansir laporan The Times, FIFA telah menyodorkan draf revisi kepada badan perumus aturan sepak bola global. Dalam skema baru itu, kapten tim hanya akan mendapat hak memilih satu keputusan, entah urutan penendang atau sisi gawang.

Dengan begitu, tidak ada lagi keadaan saat satu kapten bisa meraih dua keuntungan dari proses undian yang sama. FIFA disebut ingin membuat tahap ini lebih sederhana dan mengurangi beban psikologis bagi tim yang kalah dalam kedua undian.

Masih terbuka sebelum fase gugur

Peluang pengesahan aturan baru itu masih terbuka sebelum babak 32 besar dimulai. The Times menyebut otoritas penyelenggara memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendorong revisi tersebut sebelum fase gugur bergulir.

Hal itu menjadi relevan karena adu penalti baru mungkin terjadi saat fase gugur. Karena itu, perubahan prosedur ini masih bisa dirilis secara resmi sebelum turnamen masuk ke babak yang paling menentukan.

Perdebatan soal manfaat urutan penendang

Meski begitu, tidak semua pihak menilai revisi ini mendesak. Sejumlah pengamat menilai perubahan tersebut lebih bersifat prosedural karena data statistik tidak menunjukkan keuntungan berarti bagi tim yang menendang lebih dulu.

Pandangan itu merujuk pada penelitian David Pipke di bidang ekonomi dan psikologi. Dalam kajiannya terhadap 7.000 sesi adu penalti dengan total 74 ribu eksekusi tendangan, Pipke tidak menemukan bukti statistik yang sahih bahwa penendang pertama punya peluang menang lebih besar.

Efek psikologis tetap menjadi perhatian

Di luar perdebatan statistik, perhatian FIFA menunjukkan bahwa detail kecil tetap dinilai penting dalam persiapan turnamen besar. Penyederhanaan undian koin dianggap bisa membuat alur sebelum adu penalti lebih efisien dan lebih jelas bagi tim maupun wasit.

Jika revisi itu disetujui, adu penalti di Piala Dunia 2026 akan dimulai dengan prosedur yang lebih ringkas, sementara dampaknya terhadap hasil akhir tetap menjadi bahan diskusi di kalangan sepak bola.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait