FIFA Membuka Investigasi Kericuhan Final, Pemain dan Staf Argentina Terancam Sanksi

Author: Redaksi Android62

FIFA membuka penyelidikan atas kericuhan yang melibatkan pemain dan staf Argentina setelah final Piala Dunia 2026. Proses disipliner ini dapat berujung pada larangan bertanding bagi individu yang terbukti melanggar aturan serta denda untuk Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA.

Komite Disiplin FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk menelusuri seluruh rangkaian kejadian setelah pertandingan. Lembaga itu akan menilai dugaan pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA, khususnya Pasal 13 tentang perilaku ofensif dan prinsip fair play.

Perhatian penyelidikan tidak hanya tertuju kepada pemain yang berada di lapangan. Staf pelatih Argentina juga diperiksa setelah sejumlah rekaman menunjukkan keterlibatan mereka dalam konfrontasi seusai laga.

Kekalahan Tipis yang Berakhir Tegang

Kericuhan terjadi setelah Spanyol menjuarai Final Piala Dunia 2026 melalui kemenangan 1-0 atas Argentina. Pertandingan itu berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Ketegangan muncul ketika para pemain Spanyol merayakan keberhasilan mereka setelah peluit akhir. Adu mulut kemudian berkembang menjadi kontak fisik di area lapangan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.

Menurut BBC Sport International yang dikutip CNBC Indonesia, insiden bermula ketika Rodri berlari dari bangku cadangan untuk merayakan kemenangan. Saat melewati Nahuel Molina, bek Argentina itu diduga memukul lengan atau perut Rodri.

Rodri lalu menghampiri Molina, sementara Eric Garcia datang untuk membantu rekannya. Leandro Paredes kemudian masuk ke kerumunan dan diduga mendorong Garcia di bagian leher.

Pihak yang Terlibat Peristiwa yang Disorot
Nahuel Molina Diduga memukul lengan atau perut Rodri saat perayaan Spanyol.
Leandro Paredes Diduga mendorong Eric Garcia di leher dan mendorong Gavi.
Thiago Almada Terlibat senggolan dengan Gavi ketika berupaya melerai.
Roberto Ayala Terlihat memegang leher Eric Garcia sebelum diduga memukul Dani Olmo.

Situasi kembali memanas ketika Gavi mencoba melerai para pemain yang terlibat. Pemain cadangan Spanyol tersebut terjatuh setelah bersenggolan dengan Thiago Almada, sementara Paredes juga terlihat mendorongnya.

Asisten pelatih Argentina Roberto Ayala turut menjadi sorotan dalam rekaman insiden itu. Ayala terlihat memegang leher Garcia sebelum diduga memukul gelandang Spanyol, Dani Olmo.

Status Kartu Paredes dan Pengusiran Fernandez

Paredes sempat tercatat menerima kartu merah karena mendorong Garcia di bagian leher. Namun, kartu tersebut kemudian dihapus dari catatan resmi pertandingan.

FIFA mengonfirmasi kepada BBC Sport bahwa tidak ada tindakan disiplin terhadap Paredes selama pertandingan berlangsung. Argentina tetap kehilangan Enzo Fernandez lebih dahulu setelah ia menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua.

Pengusiran Fernandez membuat Argentina bermain dengan 10 orang menjelang pertandingan berakhir. Kondisi itu terjadi sebelum ketegangan pascalaga melibatkan pemain serta staf dari kedua kubu.

Kritik dan Sikap Scaloni

Mantan penyerang Inggris Alan Shearer mengkritik tindakan para pemain Argentina setelah laga usai. “Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu. Kami tahu betapa menyakitkannya kekalahan, tetapi ada cara yang benar untuk menerima kekalahan,” kata Shearer sebagai komentator BBC.

Mantan kiper Inggris Joe Hart juga menyebut perilaku para pemain Argentina memalukan. Pelatih Argentina Lionel Scaloni, di sisi lain, menegaskan timnya menerima hasil kekalahan dari Spanyol.

“Kami harus rendah hati saat menang dan juga saat kalah. Kami kalah dalam pertandingan ini dan menerimanya,” ujar Scaloni.

Penyelidikan terbaru ini berlangsung ketika AFA masih menghadapi proses disipliner lain terkait spanduk bertuliskan “Kepulauan Falkland adalah milik Argentina” setelah kemenangan semifinal atas Inggris. FIFA belum menetapkan tenggat waktu untuk menyelesaikan penyelidikan atas kericuhan setelah final tersebut.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru