Final Liga Champions Bisa Angkat Arsenal ke Puncak Baru, Arteta Dekati Sejarah Tertinggi Klub

Author: Redaksi Android62

Final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain menjadi momen yang bisa mengubah posisi Arsenal di peta sejarah klub. Jika Mikel Arteta membawa Meriam London juara di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB, maka label yang melekat pada era ini tidak lagi berhenti pada kebangkitan di Inggris.

Arsenal sudah kembali ke puncak Liga Inggris, tetapi pencapaian itu rupanya belum dianggap sebagai titik akhir. Gelar Eropa justru menjadi garis pembeda yang paling besar, karena klub asal London utara itu belum pernah menjuarai Liga Champions sepanjang sejarahnya.

Di titik inilah Arteta berdiri di ambang pencapaian yang belum pernah disentuh manajer Arsenal sebelumnya. Satu kemenangan atas PSG akan menempatkannya sebagai pelatih pertama yang mempersembahkan trofi paling bergengsi di Eropa untuk Arsenal.

Pandangan itu membuat final kali ini terasa lebih berat daripada sekadar partai perebutan gelar. Bagi Arsenal, ini adalah kesempatan untuk menulis bab baru yang belum pernah mereka miliki di kompetisi antarklub Eropa.

Martin Keown melihat momen tersebut sebagai sesuatu yang bahkan melampaui status Invincibles. Mantan pemain Arsenal itu menilai, jika trofi Liga Champions berhasil dibawa pulang, Arsenal layak disebut sebagai “The Number Ones”.

Keown juga menegaskan bahwa tim Arteta tidak hanya pantas dikenang sebagai “Unforgettables” atau “Invincibles” bila sukses di Budapest. Menurutnya, gelar Eropa pertama dalam sejarah klub akan menempatkan Arsenal di posisi nomor satu dalam ukuran sejarah mereka.

Penilaian itu tidak lepas dari kenyataan bahwa gelar liga sudah tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran yang relevan. Arsenal memang baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk trofi Premier League saat mengunci titel musim ini pada tengah bulan lalu.

Namun, sejarah Arsenal di Eropa masih menyisakan ruang yang belum tertutup. Keown mengingat kegagalan di Piala Winners dan Piala UEFA sebagai bagian dari perjalanan panjang klub yang belum tuntas.

Ia juga menyinggung kegagalan saat Galatasaray menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti. Latar itu membuat laga melawan PSG bukan hanya penting untuk musim ini, tetapi juga untuk menjawab penantian lama di panggung Eropa.

Karena itu, final di Budapest punya bobot yang berbeda bagi Arteta dan skuadnya. Satu kemenangan saja bisa membuat musim ini dikenang bukan sekadar sebagai kebangkitan di Liga Inggris, melainkan sebagai malam ketika Arsenal akhirnya mencapai status tertinggi yang selama ini belum mereka raih.

Source: sport.detik.com
Berita Terbaru