MBG Libur Tiga Minggu, Harga Hasil Tani Jatuh dan Pedagang Buang Dagangan

Author: Redaksi Android62

Penghentian Program Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah disebut berdampak langsung pada harga pangan di tingkat petani, peternak, dan pedagang pasar. Selama tiga minggu penyerapan berhenti, sejumlah komoditas yang biasanya masuk ke program tersebut tidak terjual dan harganya turun.

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menyampaikan kondisi itu saat berpamitan dari jabatannya. Ia menilai jeda kegiatan MBG memperlihatkan besarnya peran program tersebut sebagai saluran permintaan bagi produk pertanian dan peternakan.

“Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh,” ujar Nanik. Ia juga menyebut pedagang pasar harus membuang sebagian sayur dan buah karena tidak laku terserap program.

Dampak itu menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Program ini juga menjadi salah satu pasar bagi pelaku ekonomi pangan di lapisan bawah ketika kegiatan berjalan.

Reformasi Pelaksanaan MBG

Di tengah pengunduran dirinya, Nanik memaparkan adanya langkah reformasi total di Badan Gizi Nasional. Sebanyak 11 tim telah dibentuk untuk membenahi penentuan sasaran, kepatuhan pelaksanaan, hingga layanan di wilayah yang sulit dijangkau.

Tim Reformasi Fokus Kerja Data Terkait
Refocusing Memastikan penerima manfaat tepat sasaran Lebih dari 62 juta penerima manfaat
Evaluasi Menilai kepatuhan terhadap petunjuk teknis 27.877 SPPG beroperasi
Program kawasan 3T Menangani layanan di daerah sulit dijangkau Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar

Tim refocusing akan memeriksa ketepatan sasaran bagi lebih dari 62 juta penerima manfaat yang telah tercatat. Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui arah program yang lebih ditujukan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Sasaran MBG juga mencakup anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Selain itu, siswa dari seluruh tingkatan pendidikan di kawasan 3T turut menjadi perhatian karena akses transportasi umum di sebagian wilayah masih terbatas.

Tim evaluasi akan menelaah 27.877 SPPG yang telah beroperasi. Nanik menyatakan tidak semua satuan pelayanan tersebut telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis.

Penjelasan soal Tujuan Program

Nanik menegaskan MBG dirancang sebagai intervensi gizi bagi anak-anak, bukan instrumen kepentingan politik. Program itu, menurut dia, ditujukan untuk mendukung pertumbuhan generasi emas dan menjaga kesehatan penerima manfaat.

Ia juga menanggapi tudingan yang mengaitkan jumlah penerima MBG dengan Pemilu 2029. Nanik mengatakan mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih pada 2029.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” kata Nanik. Ia meminta anggapan mengenai 82 juta penerima manfaat dan agenda Pemilu 2029 dapat diluruskan.

Pengunduran diri Nanik disampaikan melalui unggahan Facebook resminya pada Rabu (22/7/2026). Ia berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri dan memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatan.

Nanik menyebut penggantinya sebagai sosok yang ia panggil “adik saya”. Sementara penataan program berlanjut, kesinambungan penyerapan pangan menjadi salah satu dampak ekonomi MBG yang perlu diperhatikan.

Source: finance.detik.com
Berita Terbaru