Galaxy Tab S11 Ultra Tembus $1.899, Samsung Naikkan Harga Di Banyak Lini Galaxy

Author: Redaksi Android62

Kenaikan harga terbesar justru muncul pada lini tablet premium Samsung. Galaxy Tab S11 Ultra varian 1TB kini mencapai $1,899 setelah sebelumnya berada di $1,619, sehingga lonjakannya terasa paling mencolok di antara perangkat Galaxy yang disesuaikan harga.

Perubahan itu tidak berdiri sendiri. Berdasarkan laporan PhoneArena yang dikutip Android Central, Samsung menaikkan sejumlah harga di Amerika Serikat untuk tablet, ponsel lipat, hingga model FE, dengan kenaikan di rentang sekitar $50 sampai hampir $200.

Tablet Galaxy jadi titik paling terasa

Di keluarga Galaxy Tab S11, penyesuaian harga terlihat hampir di semua varian. Model 128GB kini dipatok $899 dari sebelumnya $799, varian 256GB naik menjadi $999 dari $859, dan varian 512GB berubah ke $1,199 dari $979.

Kenaikan juga terjadi pada Galaxy Tab S11 Ultra. Varian 256GB naik dari $1,199 menjadi $1,299, varian 512GB dari $1,319 menjadi $1,499, dan model 1TB melonjak dari $1,619 ke $1,899.

Polanya berlanjut ke lini Tab S10. Galaxy Tab S10 Plus varian 256GB kini berada di $1,099 dari sebelumnya $999, sedangkan varian 512GB naik dari $1,119 menjadi $1,299.

Kelas menengah ikut terdorong naik

Kenaikan harga Samsung tidak hanya menyentuh model yang paling mahal. Galaxy Tab S10 Lite varian 128GB naik dari $349 menjadi $399, sementara varian 256GB bergerak dari $419 menjadi $489.

Pada Galaxy Tab S10 FE Plus, varian 128GB naik dari $649 ke $699 dan varian 256GB dari $749 menjadi $819. Galaxy Tab S10 FE juga ikut berubah, dengan varian 128GB dari $499 menjadi $549 dan varian 256GB dari $569 menjadi $669.

Bahkan Galaxy Tab A11 Plus turut menyesuaikan harga. Varian 128GB naik dari $249 menjadi $299.99, varian 256GB dari $309 menjadi $379.99, dan A11 Plus 5G naik dari $279 menjadi $329.

Ponsel lipat dan Galaxy S25 tidak luput

Perubahan harga juga merembet ke lini lain di ekosistem Galaxy. Galaxy Z Flip 7 varian 512GB naik dari $1,219 menjadi $1,299, sementara Galaxy S25 Edge varian 512GB naik ke $1,299 dari $1,219.

Galaxy S25 FE disebut mengalami kenaikan sekitar $40 menjadi $749. Rangkaian penyesuaian ini memperlihatkan bahwa Samsung tidak hanya mengubah satu segmen, tetapi menggeser harga di beberapa lapisan produk sekaligus.

Bagi pembeli, kondisi tersebut membuat perangkat Galaxy terasa makin mahal hampir di semua level. Bagi pasar, serentaknya kenaikan ini sering menjadi tanda bahwa perusahaan sedang membentuk struktur harga baru.

Tekanan industri ikut memberi dorongan

Laporan yang sama mengaitkan perubahan harga ini dengan tekanan lebih besar di industri teknologi. Salah satu faktor yang disorot adalah kebutuhan besar terhadap chip memori untuk mendukung investasi AI.

Saat permintaan chip memori meningkat, biaya komponen ikut tertekan. Dalam situasi seperti ini, produsen perangkat bisa memilih meneruskan beban biaya ke harga jual, dan konsumen menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya.

Karena itu, kenaikan harga Samsung tidak terlihat sebagai kasus yang berdiri sendiri. Jika tekanan biaya terus berlangsung, penyesuaian harga pada tablet dan ponsel lipat berpotensi menjadi langkah yang semakin umum.

Batas wajar makin sulit ditentukan

Yang membuat situasi ini sensitif adalah efeknya pada generasi produk berikutnya. Jika model yang sudah ada terus naik, pasar bisa mulai menerima harga baru sebagai patokan normal.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah Galaxy Z Flip 8 atau lini Tab S12 akan masuk dengan banderol yang lebih tinggi lagi. Jika Galaxy Tab S11 Ultra saja sudah mencapai $1,899, maka batas harga yang dianggap wajar bagi banyak pembeli menjadi semakin sulit ditentukan.

Samsung bukan satu-satunya merek yang menghadapi tekanan serupa. Motorola juga dilaporkan menaikkan harga ponsel budget, termasuk Moto G 2026 yang naik sekitar 50% menjadi $300 dan Moto G Power yang berada di $400 dari harga awal $299.

Samsung sendiri disebut telah dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait kenaikan harga tersebut. Selama belum ada penjelasan resmi, pasar hanya melihat satu hal yang jelas: perangkat Galaxy di AS sedang bergerak naik, dan perdebatan soal kapan harga dianggap cukup kini ikut menguat.

Berita Terbaru