Galaxy Z Fold8 Ultra dipasarkan hingga Rp 40.499.000 untuk varian tertingginya, sebuah angka yang menempatkannya jauh di atas kebutuhan penggunaan ponsel sehari-hari. Harga tersebut lebih relevan bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan satu perangkat untuk bekerja, mengelola dokumen, dan membuat konten.
Pembeda utamanya bukan sekadar mekanisme layar lipat, melainkan panel 8 inci yang dapat berfungsi sebagai ruang kerja seukuran tablet. Saat layar terbuka, pengguna dapat menjalankan dokumen, spreadsheet, panggilan video, dan aplikasi lain dalam waktu bersamaan.
Produktivitas Menjadi Alasan Utama
Ruang layar yang besar memberi keuntungan bagi pebisnis dan profesional yang sering berpindah tugas tanpa ingin membawa tablet tambahan. Penggunaan beberapa aplikasi dalam satu tampilan juga dapat mengurangi kebutuhan untuk berganti jendela secara berulang.
Samsung memasukkan Galaxy AI untuk memperluas fungsi tersebut dalam aktivitas kerja. Fitur now brief menyajikan informasi berdasarkan rutinitas pengguna, sedangkan now nudge dapat memberi saran tindakan lanjutan dari konteks percakapan.
Gemini Intelligence mendukung perintah bahasa alami pada lebih dari 40 aplikasi dan layanan. Sementara itu, Gemini Notebook dapat menghimpun catatan, dokumen, gambar, rekaman suara, dan file lain dalam satu ruang kerja.
Materi yang terkumpul dapat diolah melalui drag-and-drop dalam tampilan layar terbagi. Hasilnya dapat berupa ringkasan audio, infografik, laporan, notulen rapat, atau rangkuman visual tanpa kehilangan akses ke aplikasi pendukung.
Performa untuk Beban Kerja Berat
Galaxy Z Fold8 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dioptimalkan untuk perangkat Samsung. Chipset ini ditujukan bagi multitasking berat, pengeditan video resolusi tinggi, gim, serta pemrosesan fitur AI.
Perangkat ini membawa baterai 5.000 mAh, yang disebut sebagai kapasitas terbesar pada lini Galaxy Fold. Pengisian daya 45W menggunakan arsitektur dual-path charging, sementara sistem pendingin grafit diperluas untuk membantu pembuangan panas.
Meski memiliki layar besar, perangkat ini dirancang tetap ringkas untuk mobilitas. Ketika dibuka, ketebalannya disebut mencapai 4,1 mm dengan bobot 215 gram.
Kamera Menunjang Produksi Konten
Di sektor kamera, Samsung membekali perangkat ini dengan kamera utama 200 MP yang mendukung HDR pada mode resolusi tersebut. Teknologi itu ditujukan untuk menghasilkan warna yang lebih natural dan rentang warna yang lebih luas.
Kamera ultrawide 50 MP disiapkan untuk lanskap, interior, foto grup, dan makro. Kemampuan nightography juga ditujukan agar foto maupun video pada kondisi minim cahaya dapat tampil lebih terang dan bersih.
Bagi kreator, Galaxy Z Fold8 Ultra mendukung perekaman video 8K memakai codec APV. Samsung turut menyediakan cine LUT untuk pengaturan tone warna sinematik langsung dari perangkat.
Pilihan Varian dan Harga
Menurut Beritasatu, Galaxy Z Fold8 Ultra tersedia dalam tiga konfigurasi memori di Indonesia. Kenaikan harga paling besar terlihat pada model dengan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 1 TB.
| Varian | RAM dan Penyimpanan | Harga |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 12 GB/256 GB | Rp 30.499.000 |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 12 GB/512 GB | Rp 34.499.000 |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 16 GB/1 TB | Rp 40.499.000 |
Untuk perlindungan data, Samsung menyertakan Samsung Knox, Knox Matrix, Knox Vault, dan personal data engine. Pengguna juga memperoleh pengaturan pemrosesan data pribadi oleh AI serta dashboard pemantauan aktivitas AI di One UI 9.0.
Galaxy Z Fold8 Ultra tersedia dalam warna graphite dan cream, sementara violet shadow menjadi pilihan eksklusif. Perangkat ini lebih masuk akal bagi pengguna yang memanfaatkan layar besar, kamera, AI, dan performanya sebagai alat kerja utama, bukan sekadar ponsel premium.
