Garansi 5 Tahun Bikin Mobil Bekas Lebih Aman, Harga Mulai Rp126 Jutaan

Author: Redaksi Android62

Mobil bekas kini menawarkan rasa aman yang lebih besar bagi pembeli. Sejumlah showroom mulai memberi garansi mesin dan transmisi hingga 5 tahun, disertai layanan bantuan darurat 24 jam selama periode yang sama.

Skema perlindungan seperti ini membuat pasar mobil second semakin menarik, terutama saat harga mobil baru terus naik. Kekhawatiran soal biaya perbaikan tak terduga pun ikut menurun karena unit bekas kini dijual dengan jaminan yang selama ini lebih identik dengan mobil baru.

Rentang harga yang menggoda pasar

Di pasar mobil bekas pada 2026, minat konsumen tidak lagi hanya bertumpu pada harga murah. Pembeli juga menimbang kondisi kendaraan, kepastian purna jual, serta kemudahan kepemilikan lewat pilihan tunai, uang muka, dan cicilan bulanan.

Rentang harga yang dimulai dari Rp126 jutaan menjadi salah satu daya tarik utama. Angka itu membuka peluang lebih luas bagi konsumen yang ingin naik kelas ke mobil bekas berkualitas tanpa harus menanggung beban setinggi membeli mobil baru.

Mobil listrik bekas mulai ikut diburu

Salah satu unit yang menonjol adalah Hyundai Ioniq Prime 2021. Mobil listrik murni ini ditawarkan dengan harga tunai Rp199.000.000, uang muka Rp53.000.000, dan cicilan Rp4,3 jutaan per bulan.

Ioniq Prime 2021 menarik perhatian karena jarak tempuhnya disebut sekitar 400 kilometer. Odometernya tercatat sekitar 72.000 km, sementara pajak tahunannya disebut relatif rendah.

Dengan banderol di bawah Rp200 juta, model ini menjadi salah satu opsi EV bekas yang paling mencolok di pasar. Daya tariknya terletak pada harga yang masih terjangkau dan potensi biaya operasional yang lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar minyak.

SUV kompak dan crossover tetap dominan

Di luar mobil listrik, SUV dan crossover masih menjadi segmen yang paling banyak dicari. Konsumen menilai kelas ini cocok untuk kebutuhan harian karena posisi duduk lebih tinggi, desain menarik, dan fleksibel dipakai di berbagai kondisi jalan.

Toyota Raize 1.0 Turbo GR Sport 2021 menjadi salah satu contoh yang paling diburu. Unit ini dipasarkan dengan harga tunai Rp183.500.000, uang muka Rp27.000.000, dan cicilan Rp4,2 jutaan.

Raize punya nilai jual yang kuat di pasar mobil bekas karena mesin turbo yang disebut hemat bahan bakar, fitur keselamatan modern, dan tampilan sporty. Kombinasi itu membuatnya relevan untuk pembeli yang mencari SUV kompak berkarakter muda.

Honda WR-V RS 2024 juga masuk daftar unit yang diminati. Harganya berada di level Rp229.500.000 untuk pembelian tunai, dengan uang muka Rp29.500.000 dan cicilan Rp5,3 jutaan.

Daya tarik WR-V RS datang dari usia kendaraan yang masih muda. Ground clearance tinggi menjadi nilai tambah, sementara fitur Honda Sensing tersedia pada beberapa varian.

Mazda CX-5 Elite Facelift 2017 turut disebut sebagai SUV bekas favorit. Kehadirannya menunjukkan bahwa pembeli tidak hanya melirik model kompak, tetapi juga SUV yang menawarkan citra lebih premium.

Perlindungan purna jual menjadi pembeda

Program garansi 5 tahun menjadi pembeda yang cukup kuat di tengah persaingan showroom mobil bekas. Perlindungan pada mesin dan transmisi memberi rasa aman tambahan, terutama bagi pembeli yang semula ragu karena takut menghadapi risiko kerusakan mahal.

Layanan emergency roadside assistance 24 jam juga menambah nilai transaksi. Fasilitas ini memberi bantuan saat kendaraan mengalami masalah di jalan, sesuatu yang jarang ditemui dalam transaksi mobil bekas konvensional.

Pada akhirnya, pasar mobil bekas bergerak bukan semata karena harga yang lebih rendah. Kombinasi harga, fitur, kondisi, dan jaminan purna jual membuat model seperti Raize, WR-V, Ioniq, hingga CX-5 semakin masuk akal bagi konsumen yang ingin lebih aman dalam membeli mobil second.

Berita Terbaru