Garuda Indonesia Tembus Peringkat 24 Dunia, Transformasi Mulai Berbuah Hasil

Author: Redaksi Android62

Garuda Indonesia menempati peringkat ke-24 dalam daftar The World’s Best Full-Service Airlines for 2026 versi AirlineRatings.com. Posisi itu membuat Garuda menjadi satu-satunya maskapai asal Indonesia yang masuk 25 besar maskapai layanan penuh terbaik dunia.

Pencapaian tersebut datang di saat perusahaan masih menjalankan proses transformasi internal. Karena itu, hasil pemeringkatan ini dipandang sebagai kabar penting, bukan hanya untuk citra Garuda, tetapi juga untuk arah pemulihan yang sedang dikerjakan manajemen.

AirlineRatings.com menilai daftar tersebut berdasarkan pengalaman pengguna jasa, peningkatan kualitas produk di dalam pesawat, dan standar pelayanan awak kabin. Dengan dasar penilaian itu, masuknya Garuda ke dalam kelompok elite global memberi sinyal bahwa kualitas layanan perusahaan masih mendapat tempat di tengah persaingan yang sangat ketat.

Sinyal positif dari program pemulihan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut capaian ini sebagai sinyal positif bagi program pemulihan yang sedang berlangsung. Ia menilai pengakuan dari AirlineRatings.com menunjukkan adanya progres transformasi perusahaan di tengah industri penerbangan global yang masih penuh tantangan.

Manajemen Garuda juga memandang hasil ini sebagai dorongan untuk mempercepat perbaikan di seluruh lini bisnis. Fokus pembenahan tidak berhenti pada layanan penumpang, tetapi juga mencakup optimalisasi operasional dan pengembangan digitalisasi layanan secara berkelanjutan.

Glenny menegaskan bahwa program transformasi akan terus diakselerasikan secara menyeluruh. Pendekatan yang dipakai disebut berkelanjutan, adaptif, dan terukur untuk meningkatkan standar layanan bertaraf internasional.

Peta persaingan di 25 besar dunia

Daftar 25 besar AirlineRatings.com tahun ini didominasi oleh maskapai dari Asia dan Timur Tengah. Qatar Airways berada di posisi pertama, diikuti Cathay Pacific dan Singapore Airlines pada tiga besar.

Lima besar juga diisi Korean Air dan STARLUX Airlines. Setelah itu, daftar 10 besar dilengkapi Japan Airlines, Turkish Airlines, Emirates, Air New Zealand, dan Etihad Airways.

Di bawah Garuda Indonesia, yang berada di posisi ke-24, terdapat LOT Polish Airlines. Sementara itu, sejumlah maskapai lain masih berada di atas Garuda, seperti Saudia Airlines, Fiji Airways, Thai Airways, Malaysia Airlines, Air France, dan KLM Royal Dutch Airlines.

Perbaikan layanan masih berjalan

Masuknya Garuda ke daftar tersebut juga menjadi penting karena perusahaan sebelumnya menghadapi tekanan dari lembaga pemeringkat lain, Skytrax. Pada 6 Maret 2026, status layanan Garuda turun menjadi maskapai bintang 4 karena proses restrukturisasi yang memprioritaskan kesehatan keuangan.

Skytrax juga menyoroti bahwa beberapa produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta serta Denpasar perlu segera dimodernisasi. Lembaga itu mencatat Garuda Indonesia sebelumnya pernah berstatus bintang 5 sebelum penurunan peringkat tersebut.

Situasi itu kemudian mendorong Garuda menyusun peta jalan komprehensif untuk pembenahan layanan. Revitalisasi fasilitas darat dan lounge menjadi bagian dari agenda yang disiapkan perusahaan dalam proses tersebut.

Dalam pengembangan pengalaman penumpang, Garuda tetap menggunakan konsep “5 senses”. Pendekatan ini mencakup unsur penglihatan, suara, aroma, rasa, dan sentuhan untuk memperkuat kualitas layanan selama perjalanan.

Dengan hasil di AirlineRatings.com, Garuda Indonesia kini mendapat pengakuan baru di panggung global. Di tengah tuntutan efisiensi dan perbaikan layanan, pencapaian itu menjadi penanda bahwa proses transformasi perusahaan mulai menunjukkan hasil yang terlihat.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru