ESP32-S3 kini dipakai dalam sebuah proyek unik yang mengubah perangkat kecil menjadi pelacak pesawat pribadi. Alat ini menampilkan pergerakan penerbangan hampir secara langsung dan memberi pengguna cara sederhana untuk memantau lalu lintas udara dari rakitan sendiri.
Proyek bernama ESP32 Flight Tracker itu menarik perhatian karena bukan hanya menampilkan data penerbangan, tetapi juga menghadirkan interaksi yang terasa seperti konsol genggam. Pengguna bisa memilih pesawat tertentu melalui joystick dan tombol fisik, lalu membuka detail penerbangannya di layar.
Berawal dari modul konsol gim
Menariknya, perangkat ini tidak lahir sebagai pelacak pesawat. Proyek tersebut awalnya dikembangkan sebagai modul untuk konsol gim genggam kustom, sebelum akhirnya dipisahkan menjadi perangkat mandiri yang bisa dirakit siapa saja.
Perubahan fungsi itu membuat desain antarmukanya tetap mempertahankan nuansa perangkat genggam. Joystick dan tombol yang semula cocok untuk bermain gim justru memudahkan navigasi saat pengguna menjelajahi daftar pesawat atau memilih target tertentu.
Bagi pengguna yang terbiasa dengan kontroler video gim, pendekatan ini terasa akrab dan lebih sederhana. Alih-alih bergantung pada layar sentuh atau menu yang rumit, navigasi dilakukan lewat kontrol fisik yang langsung dan mudah dipahami.
Dua layar memberi ruang lebih luas
Salah satu nilai utama proyek ini ada pada penggunaan dua layar sekaligus. Konfigurasinya terdiri dari panel TFT dan OLED, yang dipakai untuk menampilkan informasi penerbangan dengan tata letak yang lebih kaya dibanding perangkat layar tunggal.
Dengan dua layar, perangkat kecil ini punya ruang lebih luas untuk memisahkan peta, daftar, atau data pesawat yang dipilih. Hasilnya, informasi tetap mudah dibaca tanpa harus dipadatkan ke satu panel yang sempit.
Deskripsi proyek juga menyebut arsitektur dual-core sebagai bagian dari rancangan sistemnya. Pendekatan tersebut membantu perangkat menangani pengambilan data dan proses tampilan secara efisien pada platform ESP32-S3.
| Komponen | Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| ESP32-S3 | Pengendali utama | Menjadi basis sistem pelacak |
| Layar TFT dan OLED | Menampilkan informasi | Memberi tata letak yang lebih kaya |
| Joystick dan tombol fisik | Navigasi antarmuka | Memudahkan pemilihan pesawat |
Mengandalkan data OpenSky Network
Untuk sumber data, proyek ini memakai OpenSky Network API. Informasi pesawat aktif diambil secara berkala dengan interval pembaruan 120 detik agar tampilan tetap mendekati kondisi sebenarnya di udara.
Ritme pembaruan itu tidak dibuat sedetik demi sedetik, tetapi cukup untuk kebutuhan pemantauan kasual. Bagi penggemar aviasi, pola ini sudah memadai untuk mengikuti lalu lintas udara dan melihat pergerakan pesawat tertentu.
Perangkat ini juga dirancang agar pengguna dapat memilih pesawat spesifik dan memunculkan datanya. Karena itu, fungsinya bukan sekadar menampilkan titik-titik penerbangan, melainkan memberi interaksi langsung untuk menelusuri objek yang diinginkan.
Proyek ini dibagikan oleh pengguna GitHub bernama emir173 dan juga muncul di komunitas ESP32 di Reddit. Kode sumber serta instruksi perakitannya tersedia di GitHub, sehingga pengguna lain dapat mencoba membangun versi mereka sendiri.
Minat pada proyek aviasi rumahan ikut tumbuh
Kehadiran ESP32 Flight Tracker menunjukkan bahwa minat pada proyek pemantauan langit rumahan sedang berkembang. Dalam beberapa pekan terakhir, sebelumnya sudah muncul proyek berbasis Raspberry Pi yang mengubah langit-langit rumah menjadi pelacak langit, lalu disusul perangkat meja yang menambahkan fungsi serupa.
Namun, proyek berbasis ESP32-S3 ini menawarkan pendekatan yang lebih kecil dan lebih menyerupai perangkat genggam. Format itu membuatnya berbeda dari instalasi ruangan atau aksesori meja, sekaligus memberi nilai tambah bagi perakit yang mencari proyek ringkas dan interaktif.
Fokus utamanya memang bukan membangun stasiun pemantau profesional. Perpaduan visual, kontrol fisik, dan bentuk perangkat justru menjadi daya tarik utama yang membuatnya terasa menyenangkan untuk dipakai.
