Google makin serius menjadikan Gemini sebagai pusat pengalaman Android, tetapi langkah itu tidak dibuka lebar tanpa batas. Setiap aksi yang bersentuhan dengan dunia luar tetap harus melewati persetujuan pengguna, sehingga AI ini baru menyiapkan pekerjaan dan tidak langsung mengeksekusi semuanya sendiri.
Pendekatan itu terlihat dari berbagai pembaruan Android yang diarahkan ke tugas harian, mulai dari membaca informasi, merapikan data, sampai membantu menjalankan langkah tertentu di aplikasi lain. Gemini dipasang di ponsel, laptop, mobil, dan browser, namun kendali akhir tetap berada di tangan pengguna.
AI yang proaktif, tapi belum lepas kendali
Di Android, Gemini Intelligence dirancang untuk menangani rangkaian tugas lintas aplikasi yang lebih rumit. Sistem ini bisa membaca percakapan, mengambil detail pesanan, lalu menyiapkan pembelian makanan dengan input yang sangat minim.
Google juga menyiapkan skenario yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Pengguna bisa memotret brosur perjalanan lalu meminta Gemini mencari tur serupa melalui Expedia, atau meminta Gemini menemukan silabus kelas di Gmail dan memasukkan buku wajib ke keranjang toko buku daring.
Meski alurnya dibuat lebih otomatis, Gemini tetap tidak dibiarkan menyelesaikan aksi eksternal tanpa izin. Saat tindakan berujung pada transaksi atau langkah di luar perangkat, sistem hanya menyiapkan prosesnya dan tetap meminta konfirmasi pengguna.
Izin pengguna jadi pagar utama
Google menempatkan seluruh fitur AI itu sebagai opsi yang harus diaktifkan lebih dulu. Akses Gemini ke aplikasi juga dibatasi hanya pada aplikasi yang memang diberikan izin oleh pengguna.
Pola serupa muncul pada fitur Autofill with Google. Personal Intelligence di sana dapat memanfaatkan data dari Google Photos, Gmail, riwayat pencarian, dan riwayat chat untuk mengisi formulir dengan lebih akurat, tetapi semuanya tetap bergantung pada pilihan pengguna.
Untuk membuat aktivitas AI lebih transparan, Google menambahkan Privacy Dashboard. Melalui panel ini, pengguna bisa memantau tindakan AI yang sedang berlangsung maupun yang sudah terjadi dalam 24 jam terakhir.
Di sisi keamanan, Android 17 mendapat serangkaian alat anti-penipuan. Fitur itu mencakup detektor penipuan bank, peringatan aplikasi mencurigakan, peringatan pesan scam, pembatasan izin lokasi untuk aplikasi pihak ketiga, dan verifikasi resmi sistem operasi Android.
Masuk ke Gboard, Chrome, dan layar kerja
Gemini juga hadir lebih dalam ke alat yang sering dipakai pengguna. Di Gboard, Google memperkenalkan fitur talk-to-text baru bernama Rambler.
Rambler menangkap ucapan dengan lebih natural, termasuk kata pengisi, pengulangan, dan koreksi spontan, lalu menyusunnya menjadi teks yang lebih rapi. Fitur ini juga dirancang agar tetap mengikuti percakapan meski pengguna sempat berpindah bahasa.
Di Chrome untuk Android, Gemini bisa dipakai untuk meringkas halaman, mencari penjelasan tambahan, dan menambahkan informasi dari halaman web ke kalender. Untuk aksi berbasis web yang menyentuh dunia luar, Chrome tetap meminta konfirmasi pengguna.
Google juga menyiapkan pengalaman yang lebih proaktif di lini laptop baru bernama Googlebook. Perangkat ini dikembangkan bersama Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo dengan fokus pada bantuan dari Gemini Intelligence.
Salah satu demo yang ditampilkan memperlihatkan pengguna cukup menggerakkan pointer dan menunjuk sesuatu di layar untuk mendapat saran tindakan AI yang relevan. Googlebook juga diarahkan untuk membuat widget dan dasbor personal dari prompt, termasuk panel yang menggabungkan jadwal liburan keluarga, tiket pesawat, sewa mobil, dan hitung mundur berbasis data dari aplikasi seperti Gmail.
Mobil, kreator, dan tampilan visual ikut berubah
Di sektor kendaraan, Google menyebut ada lebih dari 250 juta mobil yang kompatibel dengan Android Auto di jalan. Pada sistem itu, navigasi 3D kini menampilkan bangunan, jalan layang, lajur, dan sinyal lalu lintas dengan tampilan yang lebih imersif.
Integrasi Gemini di Android Auto juga diperluas untuk membantu memesan makanan lewat DoorDash, sementara opsi lain disebut akan menyusul. Saat mobil diparkir, pengguna pada beberapa merek mobil yang sudah didukung juga bisa menonton YouTube dan beberapa aplikasi lain dalam Full HD 60 fps.
Bagi kreator, Android 17 membawa fitur Screen Reactions untuk merekam respons video saat konten diputar. Fitur ini menampilkan wajah pengguna dan layar secara bersamaan tanpa green screen atau harus pindah aplikasi.
Google juga menyiapkan Adobe Premiere untuk Android setelah sebelumnya hadir di iPhone. Di sisi visual, perusahaan memperkenalkan Noto 3D, gaya emoji baru dengan shading dan gradasi yang lebih halus, yang akan lebih dulu hadir di Pixel lewat Gboard, YouTube, dan Gmail.
Berbagi file dan pindah dari iPhone dibuat lebih sederhana
Google ikut mengubah cara berbagi dan berpindah perangkat. Quick Share kini mendapat dukungan berbasis kode QR agar pengguna Android bisa berbagi file dengan perangkat iPhone yang berada di sekitar mereka.
Selain itu, Google menyiapkan migrasi nirkabel dari iOS ke Android. Proses ini dapat memindahkan kontak, kata sandi, pesan, aplikasi, hingga eSIM tanpa kabel.
Sejumlah fitur baru disebut mulai hadir musim panas ini, sementara yang lain akan menyusul pada akhir tahun. Google juga masih akan membahas detail tambahan di Google I/O mendatang, termasuk informasi lanjutan soal Gemini dan kemungkinan perangkat keras baru.
