5.398 Harta Tutankhamun Kini Satu Atap, Grand Egyptian Museum Pamer Skala yang Sulit Ditandingi

Grand Egyptian Museum di Dataran Tinggi Giza tampil sebagai museum arkeologi terbesar yang pernah dibangun untuk satu peradaban. Kompleks ini menampung lebih dari 100.000 artefak kuno dan menjadi rumah baru bagi 5.398 harta peninggalan Raja Tutankhamun yang kini dipamerkan bersama dalam satu ruang.

Langkah itu membuat museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan benda sejarah. GEM hadir sebagai pusat besar yang menghubungkan masa lalu Mesir kuno dengan presentasi modern, tepat di kawasan yang hanya sekitar 2 kilometer dari kompleks Piramida Giza.

Koleksi Tutankhamun menjadi sorotan utama

Untuk pertama kalinya sejak makam Tutankhamun ditemukan pada 1922 oleh Howard Carter, seluruh koleksi sang raja dipamerkan bersama di bawah satu atap. Area pameran khusus itu mencapai 7.500 meter persegi dan menampilkan topeng emas, singgasana, tiga lapis peti mati, perhiasan, senjata, peralatan sehari-hari, hingga ratusan patung ushabti.

Penyatuan koleksi ini memberi gambaran yang lebih utuh tentang kehidupan dan kematian seorang firaun muda yang terus menarik perhatian dunia. Jumlah artefaknya yang mencapai 5.398 juga menjadikan ruang Tutankhamun sebagai magnet terbesar di dalam kompleks museum.

Skala bangunan dan rancangan yang dirancang khusus

Kompleks museum ini berdiri di atas lahan 500.000 meter persegi, dengan luas bangunan 167.000 meter persegi dan lantai interior pameran seluas 81.000 meter persegi. Pembangunannya menelan biaya sekitar 1,2 miliar dolar AS dan rampung sepenuhnya pada 2023.

Gagasan museum besar ini pertama kali dicetuskan pemerintah Mesir pada 1992 di bawah kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak. Tujuan awalnya adalah menyediakan ruang yang jauh lebih luas untuk merawat dan memamerkan harta karun kuno peninggalan para firaun.

Desainnya dipilih melalui kompetisi arsitektur internasional yang dibuka pada awal 2002. Sebanyak 1.557 peserta dari 82 negara ikut bersaing, dan Heneghan Peng Architects dari Irlandia keluar sebagai pemenang.

Ruang utama yang membawa pengunjung menyusuri sejarah Mesir

Saat memasuki gedung, pengunjung disambut atrium utama seluas 10.000 meter persegi dengan langit-langit setinggi 40 meter. Di area ini dipamerkan sekitar 20–30 artefak dari berbagai era sejarah Mesir kuno.

Di tengah atrium berdiri patung kolosal Ramses II yang berusia 3.200 tahun. Patung granit merah setinggi 11 meter dan berbobot 83 ton itu dipindahkan dari Ramses Square, pusat kota Kairo, dengan pengawalan ketat.

Dari atrium, pengunjung kemudian melewati Tangga Besar seluas 6.000 meter persegi yang menjulang sekitar 50 meter. Sepanjang jalur itu dipajang lebih dari 60 artefak kuno yang disusun dalam empat tema besar untuk menuntun pengunjung memahami perjalanan sejarah Mesir kuno.

Lebih dari museum, juga pusat konservasi dan edukasi

GEM juga menjadi rumah bagi salah satu pusat konservasi dan restorasi artefak terbesar di dunia. Fasilitas ini memiliki 17 laboratorium khusus yang didukung sekitar 100 tenaga ahli berpengalaman.

Selain fungsi pelestarian, museum ini dilengkapi fasilitas modern seperti bioskop 3D berkapasitas 250 tempat duduk dan pusat konferensi internasional. Keduanya dipakai untuk seminar, diskusi, dan kegiatan edukasi seputar arkeologi Mesir kuno.

Dengan skala, koleksi, dan fasilitas sebesar itu, Grand Egyptian Museum menempatkan warisan Mesir kuno dalam format yang jauh lebih luas daripada museum tradisional. Pengunjung tidak hanya melihat benda bersejarah, tetapi juga mengikuti alur naratif yang dibangun dari ribuan artefak, ruang pamer besar, dan elemen arsitektur yang menghadap langsung ke lanskap Giza.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer