Grand Talent Dan Preliminary Show Miss Grand Jatim 2026, Satu Finalis Tak Tampil Karena Sakit

Author: Redaksi Android62

Satu finalis Miss Grand Jawa Timur 2026 harus absen dari rangkaian preliminary show karena sakit, sementara 12 finalis lain tetap tampil di Fairway Nine, Surabaya. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari penilaian menuju babak berikutnya, setelah tampil dalam Grand Talent dan sesi malam preliminary show.

Di tahap ini, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan luar. Dewan juri juga melihat cara mereka menguasai panggung, menyampaikan diri, serta membawa busana malam dengan percaya diri.

Penilaian yang menuntut lebih dari sekadar visual

Rangkaian Grand Talent menjadi pembuka sebelum malam preliminary show digelar. Pada sesi sore itu, para finalis diberi kesempatan untuk menampilkan kemampuan nonfisik yang menjadi salah satu unsur penting dalam kompetisi pageant.

Regional Director Miss Grand Jawa Timur, Dimas Wijayanto, menyebut dua agenda tersebut sebagai bagian yang sangat krusial dalam proses seleksi. Menurut dia, ajang ini menguji bagaimana peserta memanfaatkan panggung dan membentuk karakter sebagai calon duta.

“Dimulai tadi sore ada talent show namanya Grand Talent, terus malam hari ini preliminary show,” kata Dimas, Minggu (26/4/2026).

Gaun malam merah jadi tema utama

Pada malam hari, para finalis kembali berjalan di panggung dalam sesi preliminary show dengan busana malam merah. Tema itu memberi ruang bagi peserta untuk menampilkan sisi elegan sekaligus memperlihatkan rasa percaya diri di bawah sorotan lampu.

Dimas menjelaskan bahwa kompetisi gaun malam memiliki ukuran penilaian yang berbeda. Ia menegaskan bahwa evening gown competition bukan hanya soal tampilan, tetapi juga tentang cara peserta menghadirkan citra diri di hadapan publik.

“Evening gown competition adalah kompetisi untuk memberikan product knowledge kepada masyarakat bagaimana cara dia menjadi seorang role model,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa panggung gaun malam dipakai untuk membaca kesiapan finalis menjadi figur yang bisa memberi contoh. Karena itu, juri memberi perhatian pada cara berjalan, ekspresi wajah, hingga kemampuan membawa busana dengan rapi.

Satu peserta tidak hadir karena kondisi kesehatan

Dari total 12 finalis yang terdaftar, hanya 11 yang hadir di agenda tersebut. Satu peserta tidak bisa mengikuti rangkaian karena sedang sakit, tetapi jalannya acara tetap berlangsung dengan finalis lain yang mewakili berbagai daerah di Jawa Timur.

Para peserta datang dari sejumlah wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Tulungagung, hingga Malang. Komposisi ini memperlihatkan bahwa seleksi Miss Grand Jawa Timur menjangkau banyak daerah dan memberi kesempatan bagi finalis dari latar yang beragam.

Menuju karantina dan grand final

Setelah preliminary show, para finalis dijadwalkan memasuki masa karantina pada 30 April hingga 3 Mei 2026. Pembekalan tersebut akan berlangsung di Taman Dayu Golf and Resort dan Vasa Hotel Surabaya.

Tahap berikutnya adalah Grand Final yang akan digelar pada 2 Mei 2026 di Graha Unesa. Pemenang dari ajang tingkat provinsi ini nantinya akan mewakili Jawa Timur ke Miss Grand Indonesia, sebelum berpeluang melangkah ke tingkat internasional di India.

Dimas juga menegaskan karakter Miss Grand Jawa Timur yang berbeda dari kontes kecantikan lain. Ia menyebut ajang ini hadir dengan nuansa hiburan yang kuat dan memberi pengalaman tersendiri bagi penonton.

“Miss Grand ini pageant yang memang hadir entertaining. Jadi, satu-satunya pageant yang benar-benar entertaining, sangat menghibur,” tuturnya.

Dengan tahapan yang menilai bakat, kepercayaan diri, dan kemampuan tampil sebagai role model, persaingan para finalis Miss Grand Jawa Timur 2026 masih akan terus berlanjut. Setiap agenda berikutnya menjadi penentu bagi peserta yang ingin membawa nama Jawa Timur ke level yang lebih tinggi.

Source: beritajatim.com
Berita Terbaru