Marc Guehi Soroti Tuchel, Inggris Kehilangan Momentum dan Tersingkir oleh Argentina

Marc Guehi melontarkan kritik terhadap pendekatan Inggris setelah timnya kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Bek tersebut menilai Inggris kehilangan momentum karena terlalu cepat memilih bertahan ketika sudah memegang keunggulan.

Kekalahan itu menutup peluang Inggris tampil di final. Bagi Guehi, cara tim mengelola keunggulan menjadi persoalan utama yang menyisakan frustrasi besar.

Keunggulan Tidak Dilanjutkan dengan Tekanan

Guehi menilai Inggris seharusnya tidak berhenti mencari gol setelah unggul. Ia memandang tekanan lanjutan diperlukan agar Argentina tidak leluasa mengambil alih permainan.

Menurutnya, keputusan untuk semakin rapat dan berfokus menjaga skor justru berbalik merugikan. Pendekatan tersebut dinilai tidak memadai dalam pertandingan dengan tekanan setinggi semifinal Piala Dunia.

FaktaKeterangan
Hasil pertandinganInggris kalah 1-2 dari Argentina
Tahap kompetisiSemifinal Piala Dunia 2026
Pemain yang berbicaraMarc Guehi
Pokok kritikInggris terlalu cepat bertahan setelah unggul

Dalam pernyataannya kepada The Sun, Guehi menegaskan kekecewaannya terhadap pilihan tersebut. “Ketika kami unggul, kami cuma mencoba untuk mempertahankan keunggulan, yang di level ini tidak cukup baik. Jadi saya sangat kecewa,” kata Guehi.

Ia juga menekankan bahwa Inggris semestinya terus berupaya menambah gol. Pandangan itu menempatkan permainan menyerang sebagai pilihan yang lebih tepat saat tim sedang memimpin.

Sorotan bagi Thomas Tuchel

Kritik Guehi berkaitan dengan pendekatan Thomas Tuchel yang dinilai membuat Inggris terlalu cepat puas dengan keunggulan. Kekalahan dari Argentina kemudian memunculkan pertanyaan mengenai strategi menjaga skor dalam laga besar.

Laporan yang tersedia tidak memuat rincian perubahan taktik sepanjang pertandingan. Tidak ada pula respons lanjutan dari pihak pelatih mengenai penilaian Guehi tersebut.

Guehi mengaku belum dapat memikirkan seperti apa masa depannya setelah hasil mengecewakan itu. Untuk saat ini, perhatian pemain Inggris tersebut tertuju pada kegagalan tim melangkah ke partai final.

Kritik dari dalam skuad memperlihatkan bahwa kekalahan ini tidak hanya dipandang sebagai hasil pertandingan. Inggris juga harus menghadapi evaluasi atas keputusan bermain setelah sempat berada dalam posisi unggul.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait