Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Kesehatan Mental Sepakbola ke Forum PBB

Dua mahasiswa Indonesia dijadwalkan membawa gagasan kesehatan mental melalui sepakbola ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Agenda itu akan berlangsung pada 17 Juli 2026 dalam program internasional yang menempatkan olahraga sebagai sarana kesejahteraan generasi muda.

Delegasi Indonesia akan memperkenalkan penerapan Football for Mental Health melalui aktivitas Liga Universitas Coca-Cola. Gagasan tersebut menekankan bahwa kompetisi sepakbola kampus dapat berjalan bersama perhatian terhadap kondisi mental mahasiswa.

Delegasi dari dua kampus

Indonesia diwakili Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung. Keduanya terpilih untuk mengikuti program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being di United Nations Headquarters.

DelegasiKampusPengalaman
Elang Cikal BrajanantaSTKIP PasundanKapten tim STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026 dan menekuni sepakbola kompetitif lebih dari 13 tahun
M. Elyas Aryo SaputroInstitut Teknologi BandungPresiden PS ITB yang memimpin organisasi sepakbola mahasiswa dengan lebih dari 150 anggota

Elang membawa pengalaman sebagai pemain sekaligus kapten tim di lingkungan kompetisi mahasiswa. Sementara itu, Elyas berangkat dengan pengalaman mengelola organisasi sepakbola kampus yang beranggotakan lebih dari 150 orang.

Perbedaan latar belakang tersebut mempertemukan dua sisi penting dari aktivitas sepakbola mahasiswa. Elang merepresentasikan pengalaman di lapangan, sedangkan Elyas membawa perspektif kepemimpinan organisasi.

Olahraga untuk kesejahteraan anak muda

Program di PBB menyoroti sepakbola sebagai medium pendukung kesehatan mental dan kesejahteraan generasi muda. Olahraga itu juga diposisikan untuk mendorong perdamaian serta memperkuat kepemimpinan anak muda.

Pendekatan dari Indonesia berangkat dari komunitas dan kompetisi sepakbola di kampus. Aktivitas semacam ini dipandang dapat membuka ruang dukungan bagi mahasiswa di luar persaingan pertandingan.

Elang menyebut penugasan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. “Terpilih sebagai delegasi melalui Liga Universitas Coca-Cola untuk mewakili Indonesia di program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health di New York merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya,” kata Elang.

Seleksi berbasis merit

Menurut sport.detik.com, pemilihan kedua delegasi dilakukan melalui proses seleksi berbasis merit. Proses tersebut melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, United Nations Resident Coordinator Office Indonesia, serta penyelenggara Liga Universitas.

Pengalaman Elang sebagai atlet dan kapten menjadi salah satu latar belakang yang diperhatikan dalam proses itu. Pengalaman Elyas memimpin PS ITB juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih perwakilan Indonesia.

Partisipasi ini berada dalam ekosistem Liga Universitas Coca-Cola yang mengusung kampanye Play for Peace. Kampanye tersebut mengaitkan aktivitas mahasiswa dengan pesan perdamaian dan kepedulian pada kesehatan mental generasi muda.

Direktur Garuda Gemah Nusantara Rizky Aidi mengatakan Liga Universitas Coca-Cola berkomitmen menyediakan wadah aktivitas mahasiswa yang membawa dua isu tersebut. “Melalui Liga Universitas Coca-Cola, kami berkomitmen menyediakan platform aktivitas mahasiswa yang tahun ini menyuarakan kampanye Play for Peace sekaligus mengawal isu kesehatan mental generasi muda (youth mental health),” ujar Rizky.

Perjalanan delegasi Indonesia ke Amerika Serikat turut didukung Qatar Airways sebagai Official Airline Partner. Kolaborasi itu membawa pesan bahwa sepakbola dapat digunakan untuk mendorong kesehatan mental dan pengembangan generasi muda di tingkat internasional.

Source: sport.detik.com
Berita Terkait