Harga BBM Naik, MyPertamina Ternyata Lebih Sering Dipakai Sekadar Simpan Kode QR

Author: Redaksi Android62

Kenaikan harga BBM membuat perhatian publik kembali tertuju pada MyPertamina, tetapi penggunaan aplikasinya di lapangan ternyata masih sangat terbatas. Bagi banyak pengguna kendaraan, yang paling penting justru bukan membuka aplikasi, melainkan memiliki Kode QR Subsidi Tepat yang sudah terdaftar.

Kode QR itu bisa disimpan di ponsel atau dicetak, lalu ditunjukkan saat membeli Pertalite dan Solar subsidi di SPBU. Petugas cukup memindainya untuk mencocokkan data kendaraan, sehingga proses pengisian BBM tetap bisa berjalan tanpa harus bergantung pada aplikasi penuh.

Aplikasi Tidak Selalu Jadi Langkah Utama

MyPertamina sempat menjadi bagian penting dari program Subsidi Tepat, namun di praktik harian banyak pengguna tidak menjadikannya aplikasi utama untuk urusan isi BBM. Setelah pendaftaran awal atau pembaruan data kendaraan selesai, kebutuhan di SPBU kerap beres hanya dengan kode yang sudah dimiliki.

Fleksibilitas pembayaran juga ikut membuat aplikasi itu tidak terlalu sering dibuka. Konsumen masih bisa membayar dengan uang tunai, kartu debit, kartu kredit, atau QRIS tanpa harus masuk ke MyPertamina lebih dulu.

Harga BBM yang Naik Menambah Tekanan

Di tengah perubahan harga, beban pengeluaran harian pengendara ikut meningkat. Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan itu membuat banyak pengguna kendaraan lebih cermat menghitung biaya transportasi. Pada situasi seperti ini, apa pun yang memudahkan proses di SPBU menjadi lebih diperhatikan, termasuk apakah aplikasi benar-benar diperlukan atau tidak.

Internet dan Kebiasaan Pengguna Jadi Penghambat

Di sejumlah wilayah, terutama daerah pelosok dan kota kecil, koneksi internet yang tidak stabil ikut membatasi penggunaan aplikasi. Dalam kondisi seperti itu, membuka aplikasi secara real-time sering dianggap kurang praktis dibanding cukup membawa kode yang sudah tersimpan.

Kode QR fisik atau yang tersimpan di ponsel menjadi solusi yang lebih mudah diandalkan karena tidak menuntut login saat transaksi. Petugas SPBU hanya perlu memindai kode tersebut, sehingga proses pembelian tetap cepat dan tidak terlalu bergantung pada kualitas jaringan.

Peluang Agar MyPertamina Lebih Berguna

Kenaikan harga BBM sebenarnya juga membuka ruang bagi Pertamina untuk membuat MyPertamina lebih relevan bagi pengguna. Aplikasi itu berpotensi membantu memantau pengeluaran BBM bulanan atau menghitung biaya perjalanan berdasarkan harga terbaru.

Fitur seperti notifikasi perubahan harga secara real-time dan program loyalitas bisa menambah manfaat yang terasa langsung di sisi pengguna. Jika fungsi semacam itu hadir dengan baik, MyPertamina berpeluang dipakai lebih sering daripada sekadar tempat menyimpan Kode QR Subsidi Tepat.

Source: id.mashable.com
Berita Terbaru