Intel Bikin Laptop Murah Lebih Tipis, Dell hingga Asus Sudah Ikut Masuk

Author: Redaksi Android62

Intel mendorong pendekatan baru untuk laptop murah lewat Project Firefly, dengan fokus pada desain yang lebih sederhana dan rantai pasokan yang lebih hemat. Strategi ini muncul ketika harga laptop terus naik dan banyak konsumen mulai menahan pembelian perangkat baru.

Langkah tersebut juga menjadi jawaban atas tekanan dari kelangkaan chip memori global. Di tengah situasi itu, Intel mencoba mengubah cara laptop entry-level dirancang agar biaya dan waktu pengembangan bisa ditekan tanpa mengorbankan daya tarik produk.

Pasokan komponen diambil dari perangkat mobile

Salah satu perubahan paling penting ada pada sumber komponen. Intel tidak lagi hanya bertumpu pada rantai pasokan PC tradisional, melainkan memakai pasokan dari smartphone dan tablet.

Perubahan itu terutama menyentuh memori dan audio, dua komponen yang disebut akan diproduksi dalam volume lebih besar. Menurut laporan Tech Spot, langkah tersebut memudahkan Intel dan para mitra meningkatkan kapasitas produksi.

Intel juga menggabungkan prosesor dengan memori perangkat mobile ke dalam satu unit yang langsung terintegrasi pada desain laptop. Core Logic Module itu dirancang untuk memangkas waktu pengembangan sekaligus menyederhanakan keputusan teknis sejak awal.

Sejumlah merek besar mulai mengadopsi

Beberapa merek besar di pasar laptop disebut sudah mulai memakai pendekatan Project Firefly. Dell, Asus, Acer, dan Colourful termasuk di antara perusahaan yang dilaporkan mengadopsi model ini.

Sejumlah sistem bahkan sudah tersedia di pasar, sementara model lain diharapkan segera meluncur. Perkembangan ini menunjukkan strategi Intel mulai bergerak dari tahap konsep menuju implementasi yang lebih luas.

Murah, tetapi tampil premium

Intel menyasar laptop murah dengan rancangan yang tetap memberi kesan premium. Perangkat ini dibuat setebal 12,9 mm dan memakai sasis berbahan logam, dua karakter yang biasanya lebih sering ditemukan pada laptop kelas atas.

Desainnya juga dibuat lebih bersih dan hadir tanpa lubang ventilasi yang terlihat. Meski dibidik sebagai perangkat murah, konektivitasnya tetap lengkap dengan dukungan port modem seperti USB Type-A, Type-C, dan Thunderbolt.

Dorongan Intel lewat Project Firefly memperlihatkan bagaimana industri menyesuaikan diri dengan kenaikan harga komponen. Saat harga laptop makin mahal dan konsumen makin selektif, produsen tampaknya mencari model desain serta pasokan yang lebih hemat agar pasar tetap bergerak.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru