Harga emas Antam langsung menguat setelah tekanan pada dua hari sebelumnya mereda. Pada perdagangan Sabtu (18/4/2026), emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp16.000 per gram dan diperdagangkan di posisi Rp2.884.000 per gram.
Kenaikan itu membuat emas 24 karat Antam kembali bergerak positif di tengah perubahan harga sejumlah BBM nonsubsidi milik PT Pertamina (Persero). Di saat beberapa jenis bahan bakar mengalami penyesuaian, harga emas justru mencuri perhatian karena ikut berbalik naik dalam perdagangan hari yang sama.
Harga emas bergerak naik di semua ukuran
Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia, kenaikan harga dasar per gram tidak hanya berlaku untuk ukuran kecil, tetapi juga merembet ke berbagai pecahan emas Antam. Ukuran 0,5 gram kini tercatat Rp1.492.000, sementara emas 2 gram berada di level Rp5.708.000.
Untuk ukuran lain, emas 5 gram dijual Rp14.195.000 dan emas 10 gram dipatok Rp28.335.000. Harga emas ukuran lebih besar juga ikut menyesuaikan, dengan 50 gram berada di Rp141.345.000 dan 100 gram tercatat Rp282.612.000.
Pada pecahan tertinggi yang disebutkan, emas 1.000 gram mencapai Rp2.824.600.000. Pergerakan ini menandai berakhirnya pelemahan yang sebelumnya terjadi selama dua hari berturut-turut.
Harga buyback ikut ikut terdorong naik
Tidak hanya harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga bergerak lebih tinggi. Harga buyback naik Rp22.000 per gram dan kini berada di level Rp2.681.000 per gram.
Kondisi ini membuat pemilik emas yang ingin menjual kembali berpeluang memperoleh nilai transaksi yang lebih besar. Namun, transaksi buyback tetap mengikuti ketentuan pajak yang berlaku.
Sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2024, buyback di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari nilai transaksi. Ketentuan tersebut tetap menjadi perhatian bagi masyarakat yang mempertimbangkan pelepasan emas dalam jumlah besar.
Penyesuaian BBM nonsubsidi paling terasa pada beberapa jenis
Di sisi energi, penyesuaian harga BBM non-subsidi terlihat paling jelas pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Data dari laman mypertamina.id menunjukkan kenaikan yang cukup besar, terutama pada tiga jenis bahan bakar tersebut.
Di wilayah Jakarta, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing berada di Rp23.600 per liter dan Rp23.900 per liter setelah sama-sama naik Rp9.400 per liter.
Meski demikian, tidak semua produk ikut berubah. Harga Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian, sehingga perubahan harga lebih terasa pada lini BBM non-subsidi tertentu.
Emas dan energi sama-sama jadi sorotan pasar
Pergerakan emas Antam dan harga BBM nonsubsidi pada periode yang sama membuat dua komoditas tersebut sama-sama banyak diperhatikan. Saat biaya pada sejumlah produk energi menyesuaikan, emas justru menguat dan kembali dilirik sebagai instrumen yang sensitif terhadap dinamika pasar.
Di tengah kondisi seperti itu, perubahan harga logam mulia kerap menjadi perhatian investor ritel karena bergerak beriringan dengan sentimen biaya dan ketidakpastian. Kenaikan emas Antam pada hari yang sama dengan penyesuaian BBM nonsubsidi memperlihatkan bahwa pasar masih menaruh fokus besar pada dua sektor tersebut.
Source: www.suara.com