Harga Elpiji 3 Kg Tetap, Stok Subsidi Diklaim Aman Lebih Dari 10 Hari

Author: Redaksi Android62

Pemerintah memastikan harga elpiji subsidi 3 kg tetap tidak berubah meski harga elpiji nonsubsidi mengalami penyesuaian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga gas melon itu masih “flat” dan tidak ikut naik.

Selain harga, Bahlil juga menyebut stok elpiji subsidi dalam kondisi aman. Pasokan yang tersedia disebut masih berada di atas batas minimum nasional, bahkan diklaim cukup untuk lebih dari 10 hari.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa distribusi elpiji bersubsidi masih terkendali. Pemerintah belum menerima laporan adanya kelangkaan, sehingga pasokan untuk masyarakat dinilai masih berjalan normal.

Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (20/4), Bahlil menegaskan bahwa elpiji 3 kg berada dalam skema subsidi pemerintah. Sementara itu, elpiji yang dijual di atas ukuran tersebut masuk kategori nonsubsidi.

Pemisahan kategori ini membuat kebijakan harga keduanya berbeda. Elpiji subsidi 3 kg dijaga agar tetap stabil karena menjadi kebutuhan rumah tangga yang sensitif terhadap perubahan harga.

Berbeda dengan itu, elpiji nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Produk ini disebut digunakan oleh sektor industri, restoran, dan hotel, sehingga penyesuaian harga dapat terjadi sesuai kebijakan yang berlaku.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung. Kenaikan tersebut setara 18,75 persen dan menjadi penyesuaian pertama sejak 2023.

Penyesuaian harga juga berlaku untuk LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg. Harga produk itu naik 18,89 persen dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung untuk wilayah yang sama.

Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026. Meski begitu, kenaikan pada segmen nonsubsidi itu tidak berdampak pada harga elpiji subsidi 3 kg yang tetap dijaga pemerintah.

Bahlil menekankan bahwa stok yang aman penting untuk menjaga ketenangan publik. Selama pasokan berada di atas standar minimum nasional, pemerintah menilai risiko gangguan distribusi masih bisa ditekan.

Kepastian harga yang tidak berubah dan stok yang disebut aman lebih dari 10 hari memperlihatkan bahwa elpiji subsidi 3 kg masih dalam pengawasan ketat. Di tengah penyesuaian harga pada produk nonsubsidi, pemerintah tetap menempatkan komoditas bersubsidi ini sebagai prioritas perlindungan bagi masyarakat.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru