Harga Emas Antam Tetap Rp 2,614 Juta, Selisih Buyback Capai Rp 265.000

Author: Redaksi Android62

Harga emas Antam pecahan 1 gram bertahan di Rp 2.614.000 pada Minggu, 19 Juli 2026. Pada saat yang sama, harga buyback tetap Rp 2.349.000 per gram sehingga terdapat selisih Rp 265.000.

Selisih tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat yang mempertimbangkan pembelian maupun penjualan kembali emas batangan. Nilai jual kembali berada di bawah harga pembelian, sementara kedua harga tidak bergerak dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Harga ini tercantum pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Rincian yang diumumkan berlaku untuk pengambilan produk di Butik Graha Dipta Pulo Gadung.

Daftar Harga Emas Antam

Pilihan produk tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Harga per gram pada tiap pecahan dapat berbeda karena nilai produk disesuaikan dengan ukuran yang dibeli.

Pecahan Harga
0,5 gram Rp 1.357.000
1 gram Rp 2.614.000
2 gram Rp 5.168.000
3 gram Rp 7.727.000
5 gram Rp 12.845.000
10 gram Rp 25.635.000
25 gram Rp 63.962.000
50 gram Rp 127.845.000
100 gram Rp 255.612.000
250 gram Rp 638.765.000
500 gram Rp 1.277.320.000
1.000 gram atau 1 kilogram Rp 2.554.600.000

Pecahan terkecil 0,5 gram dijual Rp 1.357.000, sedangkan ukuran 2 gram dipatok Rp 5.168.000. Untuk ukuran 3 gram, harga yang tercantum adalah Rp 7.727.000.

Pembeli yang memilih pecahan 5 gram perlu menyiapkan Rp 12.845.000. Sementara emas 10 gram dipasarkan seharga Rp 25.635.000.

Pada kelompok pecahan menengah, harga 25 gram mencapai Rp 63.962.000. Produk 50 gram dan 100 gram masing-masing dibanderol Rp 127.845.000 serta Rp 255.612.000.

Nilai transaksi meningkat tajam pada pecahan besar. Emas 250 gram tercatat Rp 638.765.000, sedangkan pecahan 500 gram mencapai Rp 1.277.320.000.

Untuk ukuran terbesar, emas Antam 1 kilogram dihargai Rp 2.554.600.000. Harga tersebut menunjukkan perbedaan nilai per gram dibandingkan pecahan yang lebih kecil.

Pasar Global Masih Menjadi Perhatian

Pergerakan harga domestik berlangsung ketika pasar emas dunia menghadapi tekanan mingguan. Emas global pada Jumat, 17 Juli 2026 waktu setempat mencatat koreksi mingguan terbesar dalam enam minggu.

Menurut CNBC yang dikutip Liputan6, harga emas spot pada Sabtu, 18 Juli 2026 naik 1,1% menjadi US$ 4.015,09 per ons. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus juga menguat 0,7% menjadi US$ 4.018,80.

Penguatan tersebut belum menutup penurunan harga emas sepanjang pekan yang mencapai 3%. Koreksi mingguan itu disebut sebagai yang terbesar sejak 1 Juni 2026.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan minat beli muncul setelah harga emas turun di bawah US$ 4.000. “Emas mulai bergerak naik hari ini setelah harga logam tersebut turun di bawah US$ 4.000 menarik minat pembeli,” ujarnya.

Konflik Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak naik sekitar 12% dalam sepekan. Kondisi itu menambah kekhawatiran inflasi dan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap emas melalui prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga biasanya menghadapi tantangan saat suku bunga tinggi. Pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sebesar 73% berdasarkan CME FedWatch Tool.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru