Tekanan konflik Iran mulai terasa di industri gadget global melalui jalur yang jarang terlihat langsung oleh konsumen, yakni rantai pasok komponen elektronik. Harga perangkat seperti smartphone, laptop, hingga elektronik rumah tangga kini berisiko ikut terdorong naik karena biaya produksi di lapisan bawah sudah lebih mahal.
Yang paling sensitif adalah komponen inti seperti printed circuit board atau PCB. Bagian ini dipakai sebagai penghubung utama di banyak perangkat modern, mulai dari smartphone dan komputer hingga mobil dan server AI.
Biaya komponen mulai merangkak
Mengutip Fox Business, harga circuit board naik hingga 40 persen hanya dalam April 2026. Pada saat yang sama, harga copper foil yang menjadi bahan utama PCB juga naik sekitar 30 persen sepanjang tahun ini.
Kenaikan itu tidak muncul dalam ruang kosong. Serangan Iran terhadap kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi pada awal April mengganggu produksi resin penting untuk PCB dan memperketat pasokan global.
Gangguan di kawasan Teluk ikut membuat jalur pengiriman melambat. Dampaknya menjalar ke proses produksi di sejumlah sektor teknologi yang bergantung pada bahan baku tersebut.
Harga ritel belum penuh naik, tetapi tekanannya sudah dekat
Sejauh ini, banyak perusahaan teknologi masih mencoba menahan lonjakan biaya. Mereka menyerap sebagian beban produksi dan menegosiasikan ulang kontrak pasokan agar harga jual tetap kompetitif.
Namun, ruang untuk menahan tekanan itu terbatas. Analis IDC, Galen Zeng, menilai dampak ke konsumen kemungkinan baru mulai terasa dalam beberapa bulan ke depan, sedangkan Dan Ives dari Wedbush Securities memperkirakan efeknya lebih kuat pada paruh kedua tahun ini.
Periode itu berpotensi beririsan dengan musim belanja besar seperti back-to-school dan awal musim liburan akhir tahun. Saat permintaan naik bersamaan dengan pasokan yang ketat, tekanan harga bisa makin terasa di pasar.
Persaingan material juga datang dari AI
Konflik Timur Tengah bukan satu-satunya faktor yang menekan industri. Permintaan besar untuk infrastruktur AI ikut membuat kebutuhan komponen elektronik melonjak dalam beberapa tahun terakhir.
Server AI membutuhkan PCB dan komponen performa tinggi dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat produsen smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lain harus bersaing dengan pengembang AI serta pusat data untuk mendapatkan material yang sama.
IDC bahkan menilai industri teknologi sedang memasuki siklus kenaikan biaya jangka panjang yang dipicu pertumbuhan AI global. Dalam situasi seperti itu, harga dasar perangkat elektronik modern berpotensi terus bergerak naik dalam beberapa tahun ke depan.
Efeknya merambat ke banyak lini produksi
Tekanan tidak berhenti pada PCB dan copper foil. Waktu tunggu pengiriman beberapa bahan kimia dilaporkan melonjak dari tiga minggu menjadi hingga 15 minggu.
Biaya produksi untuk memori, storage, hingga wafer semikonduktor juga ikut naik. Itu menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok sudah menyebar ke lebih banyak bagian ekosistem teknologi.
Institute for Supply Management mencatat perusahaan umumnya meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada konsumen. Karena itu, harga gadget diperkirakan naik bertahap, sementara promo dan stok produk tertentu bisa makin terbatas di sejumlah pasar.
