Penyesuaian harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026 membawa kabar yang paling terasa bagi pengguna kendaraan diesel dan mobil beroktan tinggi. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat turun dibandingkan periode Juni 2026, sementara Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap dipertahankan.
Pergerakan harga ini berlaku sejak 1 Juli 2026 dan langsung menjadi perhatian karena menyentuh kelompok BBM nonsubsidi yang memengaruhi biaya harian kendaraan. Di sisi lain, Pertalite dan Biosolar Subsidi tidak mengalami perubahan harga sehingga pengguna kedua jenis BBM tersebut belum merasakan penyesuaian.
Harga acuan di wilayah Jawa
Di Pulau Jawa, harga yang berlaku per 2 Juli 2026 menunjukkan struktur yang relatif stabil untuk produk utama. Pertalite dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax dijual Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Pertashop berada di Rp16.150 per liter. Pertamax Green 95 tercatat Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp19.300 per liter, Dexlite Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Daftar harga BBM Pertamina per wilayah
Harga BBM Pertamina di sejumlah wilayah tidak seragam karena menyesuaikan biaya distribusi, kondisi geografis, dan kebijakan harga setempat. Perbedaan itu juga terlihat di kawasan Free Trade Zone atau FTZ.
| Wilayah | Harga Utama | Produk Lain |
|---|---|---|
| FTZ Sabang | Pertamax Rp15.250/liter | Dexlite Rp18.450/liter |
| FTZ Batam | Pertamax Rp15.500/liter | Pertamax Turbo Rp18.350/liter, Dexlite Rp18.700/liter, Pertamina Dex Rp20.100/liter |
| Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung | Pertamax Rp16.650/liter | Pertamax Turbo Rp19.750/liter, Dexlite Rp20.150/liter, Pertamina Dex Rp21.650/liter |
| Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau | Pertamax Rp17.000/liter | Pertamax Turbo Rp20.150/liter, Dexlite Rp20.550/liter, Pertamina Dex Rp22.100/liter |
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur | Pertamax Rp16.250/liter | Pertamax Green 95 Rp17.000/liter, Pertamax Turbo Rp19.300/liter, Dexlite Rp19.700/liter, Pertamina Dex Rp21.150/liter |
| Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur | Pertamax Rp16.250/liter | Pertamax Turbo Rp19.300/liter, Dexlite Rp19.700/liter, Pertamina Dex Rp21.150/liter |
| Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, seluruh Sulawesi | Pertamax Rp16.650/liter | Pertamax Turbo Rp19.750/liter, Dexlite Rp20.150/liter, Pertamina Dex Rp21.650/liter |
| Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara | Pertamax Rp17.000/liter | Pertamax Turbo Rp20.150/liter, Dexlite Rp20.550/liter, Pertamina Dex Rp22.100/liter |
| Maluku, Maluku Utara | Pertamax Rp16.650/liter | Dexlite Rp20.150/liter |
| Papua | Pertamax Rp16.650/liter | Pertamax Turbo Rp19.750/liter, Dexlite Rp20.150/liter |
| Papua Barat, Papua Barat Daya | Pertamax Rp16.650/liter | Dexlite Rp20.150/liter, Pertamina Dex Rp21.650/liter |
| Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah | Pertamax Rp16.650/liter | Dexlite Rp20.150/liter |
Di wilayah timur Indonesia, Papua Barat dan Papua Barat Daya memasarkan Pertamax Rp16.650 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, serta Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah juga mencatat Pertamax Rp16.650 per liter dan Dexlite Rp20.150 per liter, meski Pertamax Turbo dan Pertamina Dex tidak tersedia dalam daftar tersebut.
Untuk Papua, daftar yang tercantum menunjukkan Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp19.750 per liter, dan Dexlite Rp20.150 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex tidak dicantumkan pada wilayah tersebut.
Harga subsidi tetap bertahan
Biosolar Subsidi tetap berada di Rp6.800 per liter di seluruh wilayah yang tercantum. Kondisi ini membuat penyesuaian Juli 2026 lebih terasa pada pengguna kendaraan yang memakai produk nonsubsidi, terutama untuk kebutuhan operasional harian.
Sementara itu, Pertalite juga masih dijual Rp10.000 per liter, sehingga dua produk subsidi dan penugasan ini tidak mengalami perubahan harga pada periode tersebut. Dengan demikian, penurunan harga yang terjadi hanya menyentuh sejumlah varian BBM tertentu, bukan seluruh lini produk Pertamina.
Source: moladin.com






