Tekanan biaya komponen yang dipicu lonjakan kebutuhan AI mulai mengubah peta harga di industri perangkat premium. Apple sudah menaikkan harga sejumlah produk kelas atasnya, dan langkah itu membuat Samsung berada dalam posisi yang semakin sulit untuk mempertahankan banderol lama.
Beban terbesar datang dari memori bandwidth tinggi atau HBM, yang menyerap pasokan DRAM dan ikut mendorong harga naik di seluruh industri. Dalam situasi seperti ini, ruang bagi produsen besar untuk menjaga harga tetap stabil semakin sempit, terutama di segmen kelas atas.
Galaxy S26 ikut masuk daftar yang paling rawan
Sorotan terbesar kini tertuju pada Galaxy S26 karena harga pabriknya disebut sudah lebih tinggi dibanding pendahulunya. Kondisi itu membuat lini unggulan berikutnya Samsung berpotensi hadir dengan harga yang lebih tinggi saat masuk pasar.
Risiko serupa juga membayangi Galaxy S27. Karena biaya memori diperkirakan belum turun dalam waktu dekat, generasi setelah Galaxy S26 itu dinilai berpeluang dijual lebih mahal lagi.
Apple memberi sinyal yang ikut dibaca pasar
Kenaikan harga Apple saat ini masih terbatas pada Mac Mini, MacBook, dan iPad. iPhone belum tersentuh, tetapi sejumlah pengamat menilai ruang penyesuaian harga bisa terbuka jika Apple memperluas langkah itu ke perangkat seluler.
Pernyataan CEO Apple sebelumnya tentang kenaikan harga yang tak terhindarkan juga dibaca sebagai isyarat untuk lini iPhone 18 Pro. Sinyal tersebut membuat pasar makin waspada bahwa tren harga naik belum selesai.
Samsung sudah memberi tanda lebih awal
Bagi Samsung, dorongan dari Apple bukan hanya soal perubahan angka di etalase, melainkan juga efek psikologis di pasar. Samsung sebelumnya sudah menaikkan harga ponsel dan tablet Galaxy di beberapa pasar, sehingga anggapan bahwa harga premium akan terus bergerak naik semakin kuat.
Perangkat Samsung yang akan meluncur pada akhir Juli juga disebut berpotensi ikut terkerek harganya. Tiga ponsel lipat generasi baru dan dua lini jam tangan pintar menjadi model yang paling awal disebut rawan terdampak.
Pasar ponsel terjangkau ikut tertekan
Krisis harga memori paling berat dirasakan produsen Tiongkok, yang disebut semakin sulit mempertahankan peluncuran ponsel terjangkau. Tekanan itu memperlihatkan bahwa kenaikan biaya komponen bukan hanya masalah Samsung dan Apple, melainkan meluas ke hampir seluruh pasar.
Di segmen premium, Samsung kini menghadapi tantangan yang sama sambil menjaga margin tetap sehat. Selama harga memori dan DRAM belum mereda, pembeli Galaxy tampaknya perlu bersiap menghadapi tren harga perangkat unggulan yang masih menanjak.







