Microsoft kembali menaikkan harga seluruh lini Surface PC, dan salah satu varian yang paling mencolok kini berada di kelas harga yang jauh lebih tinggi dari saat pertama kali muncul. Surface Laptop 7 15 inci model dasar, misalnya, yang awalnya dijual $1,300 saat meluncur, sempat naik ke $1,500 dan kini dibuka dari $1,600.
Kenaikan itu membuat perangkat tersebut naik $300 dalam dua tahun, sementara konfigurasi tertingginya melesat lebih jauh lagi. Varian Surface Laptop 7 dengan chip Snapdragon X Elite, RAM 64GB, dan SSD 1TB kini dibanderol $3,650, bahkan melewati MacBook Pro 16 inci dengan chip M5 Pro, RAM 64GB, dan SSD 1TB yang disebut berada di $3,300.
Tekanan biaya dari RAM dan komponen
Microsoft menyebut kenaikan harga terbaru itu berasal dari “kenaikan baru-baru ini dalam biaya memori dan komponen”. Penjelasan ini mengarah langsung pada pasar komponen yang sedang terganggu, terutama RAM yang terdorong naik akibat permintaan besar untuk kebutuhan AI generatif.
Tekanan tersebut tidak hanya memengaruhi satu lini produk. Saat biaya memori naik, biaya produksi ikut terdorong dan perusahaan akhirnya menyesuaikan harga perangkat keras yang dijual lewat Microsoft.com.
AI generatif membutuhkan memori besar untuk memproses model bahasa dan tugas komputasi yang kompleks. Kondisi itu berlaku baik pada sistem berbasis cloud maupun perangkat yang menjalankan pemrosesan langsung di perangkat, sehingga permintaan RAM terus menguat.
Surface Pro ikut terdampak
Kenaikan harga juga terlihat pada keluarga Surface Pro. Surface Pro 12 inci yang sebelumnya dibuka dari $800 kini dipasarkan mulai $1,050.
Sementara itu, Surface Pro 13 inci mengalami lonjakan yang lebih besar karena naik dari $1,000 menjadi $1,500. Selisih $500 ini menunjukkan dampak biaya komponen yang tidak sekadar merambat, tetapi langsung memengaruhi harga jual di lini produk utama Microsoft.
Perubahan ini membuat sebagian perangkat Surface yang ditujukan untuk pengguna produktif terasa semakin mahal. Bagi pembeli yang mencari perangkat siap pakai untuk kebutuhan berorientasi AI, harga baru tersebut menempatkan Surface di level yang lebih premium.
Pasar memori yang ikut memanas
Masalah yang dihadapi Microsoft tidak berdiri sendiri. Laporan referensi menyebut harga SSD ikut melambung, sementara HDD konvensional juga mulai naik.
Kondisi pasar seperti ini membuat produsen harus menanggung biaya yang lebih berat saat merakit perangkat baru. Saat komponen inti makin mahal, penyesuaian harga menjadi langkah yang sulit dihindari bagi banyak pembuat perangkat keras.
Gejolak ini juga menjadi bukti bahwa kebutuhan AI tidak hanya berdampak pada perangkat lunak, tetapi merembet ke rantai pasok komponen fisik. Permintaan RAM yang tinggi untuk generative AI akhirnya ikut mengubah struktur harga di pasar hardware.
Efeknya tidak hanya terasa di Microsoft
Kenaikan biaya komponen ternyata juga dirasakan produsen lain. Motorola disebut menaikkan harga ponsel kelas budget, sedangkan Samsung ikut mendorong biaya lebih tinggi untuk Galaxy Z Fold 7.
Di sisi perangkat gaming, PS5 kini disebut jauh lebih mahal dibanding saat peluncuran awal, meski Sony menyoroti tekanan ekonomi global. Valve juga dikabarkan terdampak karena kekurangan RAM menyulitkan produksi Steam Deck, bahkan peluncuran Steam Machine dilaporkan berpotensi tertunda hingga 2027.
Rangkaian kasus itu menunjukkan bahwa pasar memori yang sedang panas punya efek berantai. Dari laptop premium seperti Surface sampai perangkat gaming dan ponsel, kenaikan harga komponen membuat banyak produk teknologi bergerak ke arah banderol yang lebih tinggi.
