Helium di LHS 1140 b Terbaca Langsung, Atmosfer Planet Berbatu Kini Terbukti

Author: Redaksi Android62

Para astronom berhasil mendeteksi helium secara langsung di atmosfer LHS 1140 b, planet berbatu yang berada 48 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini menjadi deteksi langsung pertama atmosfer pada eksoplanet berbatu.

Nilai penting penemuan tersebut bertambah karena LHS 1140 b mengorbit di zona layak huni bintangnya. Posisi itu membuka kemungkinan suhu planet cukup sesuai untuk mempertahankan air cair di permukaan.

Atmosfer yang Bertahan di Lingkungan Keras

LHS 1140 b mengorbit sebuah bintang katai merah yang ukurannya sekitar sepertiga Matahari. Planet perlu berada dekat dengan bintang yang lebih kecil dan lebih dingin itu untuk memperoleh panas.

Kedekatan tersebut juga menghadirkan risiko besar bagi atmosfer planet. Katai merah dapat aktif lebih lama daripada bintang seperti Matahari dan menghasilkan radiasi ekstrem, jilatan api matahari, serta lontaran massa korona.

Aktivitas bintang semacam itu dikhawatirkan mampu mengikis lapisan gas planet yang mengorbit terlalu dekat. Keberadaan helium di LHS 1140 b memberi petunjuk bahwa planet berbatu dapat mempertahankan atmosfer selama miliaran tahun.

Penulis utama penelitian, Collin Cherubim, menyebut pengamatan itu sebagai langkah besar bagi studi kelayakhunian planet. “Kami benar-benar mendeteksi langsung helium di atmosfer itu dan ini adalah deteksi langsung pertama untuk eksoplanet berbatu mana pun,” ujarnya, seperti dikutip inet.detik.com dari Live Science.

Objek Karakteristik Arti bagi penelitian
LHS 1140 b Planet berbatu dengan atmosfer helium Menunjukkan atmosfer dapat dikonfirmasi pada planet berbatu
Bintang induk Katai merah, sekitar sepertiga ukuran Matahari Menyediakan panas bagi planet yang mengorbit dekat
Sistem LHS 1140 Berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi Menjadi sasaran penting studi eksoplanet

Bukan Bukti Kehidupan

Deteksi atmosfer tidak berarti kehidupan telah ditemukan di LHS 1140 b. Ilmuwan masih perlu menelaah komposisi atmosfer secara lebih rinci, kondisi permukaan, dan kemungkinan keberadaan air.

Namun, perpaduan sifat berbatu, keberadaan atmosfer, dan letaknya di zona layak huni menjadikan planet ini kandidat penting dalam kajian astrobiologi. Air cair dipandang sebagai salah satu unsur utama bagi lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan.

Planet ini bukan tiruan Bumi, tetapi memiliki dua ciri yang menarik perhatian ilmuwan. LHS 1140 b tersusun sebagai planet berbatu dan menempati rentang suhu yang secara teori memungkinkan air cair bertahan.

Pengamatan yang Memerlukan Waktu Panjang

LHS 1140 b pertama kali ditemukan pada 2017 oleh tim yang dipimpin astronom Jason Dittmann. Dittmann, yang turut menjadi rekan penulis penelitian terbaru, mengatakan konfirmasi atmosfer baru tercapai setelah bertahun-tahun pengamatan dan kemajuan kemampuan pengukuran.

“Planet ini ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu, dan baru sekarang kita bisa mengatakan, ‘oke, itu adalah sebuah atmosfer’,” kata Dittmann. Pernyataan itu menggambarkan sulitnya memeriksa lapisan gas tipis di sekitar planet yang sangat jauh.

Lebih dari 6.000 eksoplanet telah ditemukan sejak eksoplanet pertama dikonfirmasi lebih dari 30 tahun lalu. Akan tetapi, hanya sebagian kecil yang merupakan eksoplanet berbatu di wilayah yang berpotensi mempertahankan air cair.

Konfirmasi pada LHS 1140 b karena itu memberi dasar baru untuk mempelajari planet serupa di sekitar katai merah. Pengamatan berikutnya akan menentukan apakah dunia tersebut benar-benar memiliki lingkungan yang ramah bagi kehidupan.

Berita Terbaru