Balita yang mengalami obesitas tidak dianjurkan menjalani diet ketat seperti orang dewasa. Kebutuhan energi dan zat gizinya tetap harus dipenuhi karena anak masih berada dalam masa pertumbuhan serta perkembangan.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Kesehatan Anak Nutrisi dan Penyakit Metabolik RS Pondok Indah–Pondok Indah, Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A, Subsp.N.P.M, menegaskan pengaturan makan perlu disesuaikan dengan usia anak. Pendekatannya bukan mengurangi makan secara drastis, melainkan menata asupan sesuai kebutuhan kalori.
Jadwal makan perlu dibuat teratur
Salah satu langkah yang disarankan adalah membiasakan anak makan tiga kali sehari pada waktu yang teratur. Rutinitas ini membantu orang tua mengarahkan pola makan anak tanpa membuatnya menahan lapar.
Setiap sesi makan juga sebaiknya tidak berlangsung terlalu lama. Durasi makan dianjurkan tidak lebih dari 30 menit agar waktu makan tetap terarah.
Camilan dengan kandungan gula tinggi perlu dihindari karena dapat menambah asupan energi di luar makan utama. Pilihan makanan selingan perlu diperhatikan sebagai bagian dari pengaturan asupan harian anak.
Aktivitas fisik tidak boleh diabaikan
Penanganan obesitas pada balita tidak hanya bertumpu pada menu dan jadwal makan. Anak juga perlu diajak melakukan aktivitas fisik di luar rumah sebagai bagian dari tata laksana sehari-hari.
Orang tua perlu menjaga keseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas anak. Pengaturan tersebut dilakukan dengan tetap menempatkan kebutuhan tumbuh kembang sebagai pertimbangan utama.
Berat badan tidak dinilai dari timbangan saja
Penilaian kondisi berat badan anak tidak cukup dilakukan dengan melihat angka pada timbangan. Usia dan tinggi badan juga perlu diperhatikan untuk menggambarkan pertumbuhan serta kebutuhan energi hariannya.
Obesitas pada anak ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh. Setelah diagnosis ditegakkan, kebutuhan kalori perlu disesuaikan dengan usia anak, bukan dipangkas secara ekstrem.
Cut memberikan gambaran kebutuhan energi pada anak berusia 3 tahun. Anak dengan berat ideal 14 kilogram dan tinggi 95 sentimeter umumnya memerlukan sekitar 1.400 kilokalori setiap hari.
Angka tersebut menunjukkan bahwa anak tetap membutuhkan energi untuk beraktivitas dan tumbuh. Karena itu, kelebihan berat badan tidak dapat menjadi alasan untuk menghilangkan kebutuhan gizi yang sesuai usia.
Diet dewasa tidak sesuai untuk balita
“Anak masih berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, sehingga diet ketat seperti orang dewasa tidak dapat diterapkan,” tegas Cut. Kebutuhan nutrisi anak berbeda dari orang dewasa dan harus menjadi dasar dalam pengaturan makan.
Pola makan tiga kali sehari, pembatasan durasi makan, penghindaran camilan tinggi gula, serta aktivitas fisik merupakan langkah yang dapat diperhatikan. Seluruh langkah itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kalori anak secara terukur tanpa menghambat proses tumbuh kembangnya.
