Usia produksi tidak cukup untuk menentukan apakah helm premium bekas masih layak dipakai. Riwayat benturan, kondisi batok, dan keutuhan lapisan EPS justru menjadi penilaian yang lebih penting.
Helm yang pernah mengalami benturan berpotensi memiliki masalah pada struktur perlindungannya, meski tampilan luarnya masih terlihat baik. Karena itu, calon pembeli perlu mengetahui pemakaian helm dari pemilik sebelumnya sebelum mengambil keputusan.
Pasar helm premium bekas tetap diminati karena menawarkan merek ternama dengan harga yang lebih rendah. Sejumlah pemburu juga mencari motif tertentu yang sudah sulit ditemukan dalam kondisi baru.
Namun, nama besar merek dan desain langka tidak boleh menjadi alasan mengabaikan pemeriksaan keselamatan. Kondisi fisik helm perlu diperiksa menyeluruh sebelum digunakan untuk kebutuhan harian maupun aktivitas berkendara berkecepatan tinggi.
Bagian yang Perlu Diperiksa
Batok helm menjadi bagian pertama yang perlu diperhatikan karena menunjukkan kondisi fisik secara umum. Pembeli juga perlu memeriksa lapisan EPS di bagian dalam, yang berfungsi sebagai material peredam.
| Bagian | Pemeriksaan | Arti Penting |
|---|---|---|
| Batok helm | Pastikan struktur fisik tetap terjaga | Menjadi penanda kondisi luar dan struktur helm |
| Lapisan EPS | Periksa keutuhan bagian peredam di dalam helm | EPS berperan dalam sistem perlindungan kepala |
| Riwayat pemakaian | Tanyakan kemungkinan helm pernah terbentur | Membantu menilai risiko penggunaan sebelumnya |
Den Ardy, Manager The Helmet Corp di Jakarta, menyatakan penggunaan helm bekas tidak lazim dihitung berdasarkan masa kedaluwarsa. Menurut dia, helm masih dapat digunakan selama kondisinya tidak menunjukkan masalah.
“Aman sih. Sejauh ini enggak pernah ada yang namanya pakai helm second dihitungnya kayak expired, enggak ada sih ya,” kata Den Ardy.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tahun produksi bukan satu-satunya dasar dalam menilai kelayakan helm. Meski demikian, pembeli tetap tidak dapat menganggap seluruh helm bekas aman tanpa mengetahui kondisi dan riwayat penggunaannya.
Masih Dipakai untuk Track Day
Menurut Den Ardy, helm premium bekas masih digunakan sebagian konsumen untuk track day dan kegiatan balap lokal. Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa helm bekas tetap memiliki pasar di kalangan pengendara yang membutuhkan perlengkapan berkendara berkecepatan tinggi.
Ia mengatakan sejumlah helm yang digunakan konsumennya juga masih lolos proses scrutineering. Pemeriksaan teknis sebelum balapan itu menjadi salah satu gambaran bahwa kondisi fisik helm masih memenuhi persyaratan pada ajang lokal.
“Tetap saja banyak di sini yang pakai helm second, ya dipakai buat balap, banyak. Untuk sejauh ini kalau yang biasa konsumen pakai, ya track day, ada juga ikut-ikut event balap, aman-aman saja sih,” ujarnya.
Meski demikian, standar penggunaan helm dapat berbeda pada kejuaraan internasional. Ajang tersebut berpotensi menerapkan ketentuan homologasi yang lebih ketat daripada penggunaan harian, track day, maupun balap lokal.
Perhatikan Sertifikasi dan Kebutuhan Pemakaian
Salah satu model yang beredar di pasar bekas ialah Arai RX-7X dengan standar sertifikasi Snell kelahiran 2015. Detail sertifikasi dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan terhadap kondisi fisik helm.
Den Ardy tidak merekomendasikan helm bekas untuk kelas balap internasional. Untuk pemakaian harian dan balap lokal, keputusan membeli tetap harus didasarkan pada pemeriksaan batok, EPS, serta kejelasan riwayat benturan.
Source: otomotif.kompas.com






