Toyota menyegarkan HiAce untuk pasar Jepang dengan perubahan paling penting di sektor keselamatan. Seluruh baris kursi kini dilengkapi sabuk pengaman dan sandaran kepala, sehingga perlindungan penumpang menjadi lebih merata di dalam kabin.
Pembaruan ini berlaku untuk varian van, wagon, dan commuter. Dengan langkah tersebut, HiAce juga disebut telah memenuhi peraturan keselamatan kendaraan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Fokus utama ada pada keselamatan penumpang
Menurut Car Watch, perubahan pada HiAce kali ini menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Toyota tidak melakukan ubahan besar pada tampilan maupun karakter dasar kendaraan, tetapi justru memperkuat bagian yang paling relevan untuk mobil kerja dan armada.
Konteksnya, pembaruan ini diberikan pada model HiAce yang pertama kali diperkenalkan pada 2004. Artinya, Toyota memilih mempertahankan basis lama sambil menaikkan standar keselamatan agar model ini tetap layak dipakai untuk kebutuhan bisnis jangka panjang.
Ubahan luar hanya sedikit
Di sisi eksterior, Toyota hanya menyentuh sistem pencahayaan depan yang sudah diperkenalkan lebih dulu pada awal tahun ini. Tidak ada daftar revisi besar lain yang diumumkan untuk bagian luar kendaraan.
Meski begitu, HiAce tetap membawa beberapa fitur yang terasa modern untuk kelasnya. Model ini sudah dilengkapi instrument digital, kursi berpemanas, dan sejumlah fitur lain yang mendukung kenyamanan penggunaan harian.
Mesin tetap dipertahankan
Toyota juga tidak mengubah lini mesin yang ditawarkan untuk HiAce terbaru ini. Opsi yang tersedia masih mencakup mesin bensin 2.7L 2TR-FE serta 2.8L 1GD-FTV.
Mesin 2.8L 1GD-FTV itu merupakan unit yang juga digunakan pada Fortuner dan Land Cruiser Prado. Dengan begitu, Toyota tetap mengandalkan basis mekanis yang sudah dikenal luas untuk menjaga reputasi keandalan HiAce.
Jadwal pesanan dan kisaran harga
HiAce terbaru dijadwalkan mulai bisa dipesan pada 1 Juli mendatang. Untuk tipe van, harganya berada di rentang 2.860.000 yen atau Rp316,3 juta hingga 4.683.800 yen atau Rp518 juta.
Tipe wagon dipasarkan pada kisaran 3.350.600 yen atau Rp370,5 juta sampai 4.472.600 yen atau Rp494,6 juta. Sementara itu, tipe commuter dibanderol dari 3.762.000 yen atau Rp416 juta hingga 4.260.300 yen atau Rp471,1 juta.
Pembaruan ini menunjukkan arah pengembangan HiAce yang tetap sederhana dan fungsional, tetapi dengan perlindungan penumpang yang jauh lebih merata. Di pasar Jepang, strategi itu membuat HiAce tetap relevan sebagai kendaraan niaga untuk penggunaan jangka panjang.
