Korai Hoshiumi memang memiliki tinggi badan sekitar 5 hingga 6 sentimeter di atas Hinata Shoyo saat SMA. Namun, pertarungan dua pemain bertubuh pendek di Haikyuu!! tidak dapat diukur hanya melalui angka tersebut.
Hoshiumi unggul dalam tinggi badan dengan catatan sekitar 169,2 cm, sedangkan Hinata berada pada rentang 162,8 hingga 164,2 cm. Keduanya tetap berada di bawah ukuran umum pemain voli kompetitif yang banyak menembus 180 cm hingga 190 cm.
Keunggulan fisik awal Hoshiumi tidak otomatis membuat perbandingan mereka selesai. Daya lompat, kecepatan gerak, kemampuan membaca permainan, serta teknik menjadi pembeda yang lebih menentukan di depan net.
Data Tinggi dan Peran di Lapangan
| Karakter | Tinggi Masa SMA | Posisi |
|---|---|---|
| Hinata Shoyo | Sekitar 162,8–164,2 cm | Middle Blocker |
| Korai Hoshiumi | Sekitar 169,2 cm | Wing Spiker dan ace |
Perbedaan posisi memperlihatkan pendekatan permainan yang tidak sama. Hinata menjadi middle blocker Karasuno, sementara Hoshiumi memegang peran wing spiker sekaligus ace Kamomedai.
Sebagai pemain sayap, Hoshiumi dituntut menjadi opsi serangan yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi. Ia juga dikenal memiliki permainan lengkap, tidak terbatas pada kemampuan menyerang dari lompatan tinggi.
Hoshiumi Tidak Hanya Mengandalkan Jangkauan
Pertemuan mereka di Turnamen Nasional memberi Hinata gambaran nyata mengenai pemain pendek yang telah menguasai banyak sisi permainan. Hoshiumi tampil sebagai sosok yang sangat dekat dengan bayangan ideal “Raksasa Kecil” yang selama ini dikejar Hinata.
Kelengkapan Hoshiumi terlihat dari penguasaan servis, penerimaan bola, umpan, dan serangan. Kemampuan tersebut membuatnya dapat tetap memberi pengaruh ketika tidak sedang berada dalam situasi ideal untuk melakukan pukulan.
Dalam menyerang, Hoshiumi juga memakai block out untuk memperoleh angka. Teknik ini membuat bola menyentuh tangan pemblokir sebelum keluar lapangan, sehingga blok lawan yang lebih tinggi tidak selalu menjadi penghalang mutlak.
Ketelitian teknik dan ketenangannya memperkuat keunggulan jangkauan vertikal yang dimiliki Hoshiumi. Kombinasi itu menjadikannya ancaman dari banyak aspek permainan, bukan hanya dari tinggi lompatan.
Kecepatan Menjadi Senjata Hinata
Hinata memulai perjalanan dengan teknik dasar yang masih terbatas dan sangat bergantung pada umpan Kageyama. Ia menutup kekurangan tersebut lewat reaksi cepat, insting permainan, serta lompatan yang eksplosif.
Pergerakan Hinata juga memberi dampak besar bagi pola serangan Karasuno. Ia dikenal sebagai “umpan terkuat” karena mampu menarik perhatian blok lawan dan menciptakan ruang bagi rekan setimnya.
Fungsi sebagai pengalih perhatian itu menunjukkan bahwa nilai seorang pemain tidak selalu terlihat dari jumlah poin yang dicetak sendiri. Kecepatan Hinata memaksa lawan mengambil keputusan lebih cepat, bahkan sebelum bola diarahkan kepadanya.
Perkembangan Hinata berlanjut setelah menjalani pelatihan beach volleyball di Brasil. Pengalaman itu membantunya memperluas kemampuan bertahan, menerima bola, menyerang, serta menggunakan tipuan dengan lebih matang.
Makna Berbeda “Raksasa Kecil”
Julukan “Raksasa Kecil” awalnya melekat pada Tenma Udai, legenda Karasuno yang menjadi inspirasi Hinata. Hinata mengejar gambaran itu untuk membuktikan bahwa pemain pendek juga dapat bersinar di area depan net.
Hoshiumi menghadirkan contoh yang lebih konkret di tingkat nasional karena ia sudah memiliki permainan yang lebih lengkap. Sementara itu, Hinata menjalani proses berkembang dari penyerang cepat menjadi pemain yang semakin serbabisa.
Setelah timeskip, tinggi Hinata mencapai sekitar 172 cm saat bermain untuk MSBY Black Jackals. Hoshiumi tetap sedikit lebih tinggi, tetapi perjalanan keduanya menegaskan bahwa dampak pemain pendek dapat lahir melalui kekuatan yang berbeda.
Hoshiumi mengandalkan ketenangan, teknik, dan kelengkapan permainan, sedangkan Hinata bertumpu pada kecepatan serta evolusi kemampuannya. Karena itu, selisih beberapa sentimeter hanya menjadi salah satu bagian kecil dari duel dua “Raksasa Kecil” tersebut.
Source: mediaindonesia.com






