Honda ICON e Bawa Bagasi 26 Liter dan Baterai Lepas Pasang, Harga Rp28 Jutaan

Honda ICON e tampil sebagai motor listrik perkotaan yang menonjol bukan hanya karena bentuknya ringkas, tetapi juga karena bagasi 26 liter dan sistem baterai yang bisa dilepas pasang. Dengan banderol sekitar Rp28 juta on the road Jakarta, model ini diposisikan sebagai opsi harian yang praktis dan relatif terjangkau.

Harga tersebut sudah termasuk baterai dan pengisi daya, sehingga konsumen dapat langsung memakainya tanpa biaya tambahan yang besar di awal. Dalam pasar motor listrik yang makin ramai, kombinasi harga, kepraktisan, dan ukuran kompak menjadi daya tarik utama.

Ruang simpan yang jarang ditemui di skutik listrik kecil

Bagasi 26 liter menjadi salah satu nilai jual paling kuat pada Honda ICON e. Ruang ini disebut cukup untuk menyimpan helm full face dan perlengkapan berkendara lain, sesuatu yang tidak selalu tersedia pada motor listrik berdimensi serupa.

Untuk penggunaan harian, kapasitas penyimpanan seperti ini memberi keuntungan nyata. Pengendara tidak hanya mendapat kendaraan listrik, tetapi juga ruang yang memudahkan saat harus membawa barang pribadi.

Baterai fleksibel, pengisian tetap perlu waktu

Honda membekali ICON e dengan baterai yang dapat dilepas pasang. Pengguna bisa membawa baterai ke rumah, kantor, atau lokasi lain yang memiliki stop kontak untuk pengisian daya.

Selain itu, pengisian juga bisa dilakukan langsung melalui port pada bodi motor. Fleksibilitas ini membantu pengguna yang tidak selalu dapat memarkir motor dekat sumber listrik.

Namun, proses pengisian dayanya belum singkat. Dari kondisi kosong hingga penuh, baterai membutuhkan sekitar 7 jam 20 menit.

Dalam sekali pengisian penuh, Honda mengklaim ICON e mampu menempuh jarak hingga 53 kilometer. Jarak ini diarahkan untuk kebutuhan perjalanan dekat di dalam kota.

Dirancang ringan untuk lalu lintas padat

Dari sisi dimensi, Honda ICON e dibuat ramah untuk pemakaian harian. Tinggi joknya hanya 742 mm, sehingga lebih mudah dijangkau pengendara bertubuh pendek, termasuk pengguna pemula.

Bobotnya sekitar 89 kilogram, angka yang membuat motor terasa ringan saat bermanuver di jalan sempit atau saat parkir. Posisi baterai di bawah dek juga membantu menurunkan pusat gravitasi dan membuat motor lebih stabil.

Radius putarnya kecil, sehingga memudahkan saat putar balik di area terbatas. Suspensi depan dan belakang disetel empuk untuk meredam karakter jalan perkotaan, sementara joknya dibuat tebal agar nyaman dipakai berangkat kerja, kuliah, atau mengantar anak sekolah.

Performa disesuaikan untuk efisiensi kota

Honda ICON e menggunakan motor listrik tipe hub motor dengan tenaga sekitar 2,4 horsepower dan torsi 85 Nm pada putaran rendah. Karakternya bukan untuk mengejar kecepatan tinggi, melainkan mendukung mobilitas komuter yang efisien.

Tersedia dua mode berkendara, yaitu Econ dan Standard. Mode Econ ditujukan untuk penghematan energi, sedangkan Standard memberi respons akselerasi yang lebih sigap.

Kecepatan maksimal yang diklaim Honda mencapai 55 km/jam. Angka itu menegaskan bahwa ICON e memang diarahkan sebagai kendaraan untuk ritme lalu lintas perkotaan, bukan untuk perjalanan jauh.

Dengan paket tersebut, Honda ICON e hadir sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik tanpa perlu menanggung biaya awal yang terlalu besar. Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi bagasi lega, baterai fleksibel, dan karakter berkendara yang ringan untuk aktivitas sehari-hari.

Berita Terkait