Hong Kong mulai membuka pintu restoran bagi anjing pelanggan dalam kebijakan baru yang menandai perubahan besar dalam ruang publik kota itu. Lebih dari 900 restoran sudah menyatakan setuju mengikuti tahap pertama aturan tersebut.
Kebijakan ini menjadi bagian dari dorongan pemerintah setempat untuk membangun budaya yang lebih ramah hewan peliharaan. Selama bertahun-tahun, aturan usaha kuliner di Hong Kong hanya mengizinkan anjing pemandu dan anjing yang sedang menjalankan tugas resmi masuk ke restoran.
Aturan Masuk yang Tetap Ketat
Meski lebih longgar, ketentuan di dalam restoran tetap dibatasi secara tegas. Anjing harus dijaga dengan tali sepanjang maksimal 1,5 meter dan dipegang orang dewasa atau diikat pada benda yang tidak bergerak.
Anjing juga tidak boleh naik ke atas meja dan tidak boleh makan langsung dari peralatan makan manusia yang akan digunakan kembali. Beberapa jenis anjing yang masuk kelompok ras petarung tetap tidak diperbolehkan masuk ke tempat-tempat tersebut.
| Ketentuan | Aturan |
|---|---|
| Panjang tali | Maksimal 1,5 meter |
| Pengawasan | Dipegang orang dewasa atau diikat pada benda tidak bergerak |
| Batas perilaku | Tidak boleh naik ke meja atau makan dari peralatan makan manusia |
| Jenis anjing tertentu | Ras petarung tetap dilarang masuk |
Restoran juga tidak diizinkan memasak makanan khusus untuk anjing, meski mereka boleh menyediakan makanan kemasan. Aturan ini menunjukkan bahwa kebijakan baru tetap menekankan kontrol kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Respons Restoran dan Pemilik Anjing
Sejumlah restoran sudah mulai menyiapkan diri untuk peluang baru ini. Old Fung Teahouse, restoran dimsum, menginvestasikan 10.000 dollar Hong Kong untuk memasang alat pembersih udara, membangun sekat sederhana, menyediakan kereta dorong, dan menyiapkan produk pembersih.
Pengelola restoran itu berharap layanan baru tersebut bisa meningkatkan penghasilan hingga 15 persen. Sementara itu, salah satu turis asal China, Ma Ke, menilai pemisahan area bagi pemilik hewan membantu pengunjung yang belum terbiasa dengan anjing agar tetap nyaman saat makan.
Kelvin Chan, pemilik Wan Land Cafe, menilai kebijakan ini mungkin tidak langsung mendongkrak bisnis secara besar. Namun, ia berharap masyarakat akan lebih menerima kehadiran anjing di ruang publik.
Latihan Etika untuk Anjing Sebelum Masuk Restoran
Di sisi lain, para pemilik anjing juga ikut beradaptasi melalui workshop etika makan untuk anjing. Pelatih anjing Heyton Lee mengatakan programnya berlangsung dua jam dan mensimulasikan suasana restoran dengan mengajak anjing berjalan di sekitar restoran sebelum diajarkan tetap tenang saat bertemu anjing lain.
Lee juga mendemonstrasikan beberapa isyarat tangan untuk melatih perilaku anjing. Tujuannya adalah agar hewan tetap tenang dan bisa berbaur dengan manusia lain di masyarakat.
Bagian dari Kota yang Semakin Ramah Hewan
Menurut laporan AP News yang dikutip Liputan6.com, Hong Kong juga sudah lebih dulu membuka sejumlah fasilitas lain untuk hewan. Hewan peliharaan kini diperbolehkan di rute feri tertentu, di kereta metro di daerah pedesaan, serta di rumah sakit umum untuk kunjungan pasien perawatan paliatif.
Pemerintah menyebut ada lebih dari 240.000 rumah yang memelihara sekitar 400.000 kucing dan anjing. Data itu menunjukkan besarnya basis pemilik hewan yang bisa terdampak langsung oleh kebijakan baru ini.
Perubahan aturan restoran menjadi salah satu langkah paling terlihat dalam upaya Hong Kong membangun lingkungan yang lebih terbuka bagi hewan peliharaan. Dampaknya kini mulai diuji di meja makan, di antara pengunjung yang ingin membawa anjing dan restoran yang bersiap menyambut mereka.
Source: www.liputan6.com






